Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 201


__ADS_3

Sujud syukur Nabila lakukan sembari terus bersalawat atas kemenangannya yang menandakan mimpinya terwujud dan nasib nya mulai berubah saat ini juga.


Hadiah fantastis yang di janjikan mulai terpampang nyata di depan mata.Satu persatu hadiah itu saling bermunculan di hadapan Nabila dan semakin membuat Nabila rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya,tapi teringat pada ibu dan adiknya yang sudah terlelap tidur di ruangan lain.


Nabila,tak henti-hentinya mengucap syukur atas apa yang dia peroleh dan impiannya menjadi kenyataan satu persatu dengan perjuangan dan pengorbanan yang tidak mudah di lalui.


Nabila, bahkan enggan untuk menutup layar laptopnya barang sejenak, seakan pengumuman hadiah itu tidak bisa terulang kembali dan hanya sekali di tayangkan,sayang untuk di lewatkan hingga Nabila tanpa sadar memeluk laptop nya sendiri.


"Mario".Entah kenapa pikiran Nabila kembali teringat akan sosok di balik kesuksesannya yang sayang nya dia tidak ada di saat momen-momen paling berharganya padahal dari dialah,Nabila mulai mewujudkan impiannya sebagai penulis novel online.


Hati dan pikirannya kembali berkhianat,Nabila harus kembali berperang batin.Pikiran nya yang selalu mengingat akan sosok guru dermawan sekaligus cinta pertamanya,tapi hatinya menolak mentah-mentah akan pikiran yang terus mengarah pada sosok pria yang di cintai nya namun menorehkan luka pada hatinya.

__ADS_1


"Ok,stop nabila berhenti terus-menerus memikirkannya". Nasehat Nabila pada dirinya sendiri dan kembali menatap layar laptopnya hingga Nabila kelelahan sendiri dan tertidur dengan layar laptop yang masih menyala.


... ***************...


Ada sosok yang berjasa terhadap kemenangan Nabila yang sayangnya Nabila tak sadari akibat terlalu sakit hati Nabila terhadap kelakuan nya yang masih sekarang saja menjadi tanda tanya dengan kisah hidupnya dan kepergiannya yang mendadak tanpa jejak.


Pria itu tak kalah senang dan beberapa kali mengucap takbir karena apa yang dia harapkan akhirnya menemui jalan kebahagiaan.


Pria itu pula hampir membuka kedoknya karena telah mengirimkan pesan dan motivasi untuk author terkasih nya bahkan tanpa sadar dia mengirimkan kesan dan kata motivasi beserta dengan kenangan yang dia coba bangkitkan.


"Alhamdulilah..."Ucap syukur pria itu sembari menghela napasnya,lega.

__ADS_1


Pria itu hendak meraih ponsel pintarnya tapi di letakkan kembali seiring pikirannya tersadar kembali.


"Jangan coba-coba kamu menelponnya,ok".Peringat pria itu untuk dirinya sendiri yang tanpa sadar telah lancang hendak menelpon author terkasih nya,kembali hampir membuka kedoknya.


Pria itu, hanya bisa melihat senyuman dan juga wajahnya dari bingkai foto yang sengaja dia jadikan wallpaper ponselnya untuk menambah semangat dirinya menjalani hari sekaligus menjadi pelipur lara di kala hati yang semakin merindukan nya,semakin harinya malah semakin bertambah.


"Nabila".Pria itu nampak memeluk ponsel pintarnya, sesekali dia menciumi layar ponselnya yang terdapat foto dari belahan jiwanya yang jauh disana.


Rindu teramat dalam tapi terhalang oleh sebuah keegoisan dan juga bisnis orang tua yang menghancurkan segala kisah cinta nya untuk wanita yang dia cintai selama dua tahun terakhir secara diam-diam dan mengungkapkan perasaannya di saat perpisahan itu sudah pasti harus dia lakukan.


Perih,itu yang di rasakan dari pria itu.Hanya,bisa mensupport dari jauh dan peluk rindu melalui do'a-do'a yang sering dia panjatkan di persetiga malam nya.

__ADS_1


__ADS_2