Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 54


__ADS_3

"Apa kabar Nathan dan pak Mario?".Di sela-sela mempersiapkan barang dagangannya Nabila teringat akan nasib Nathan dan pak Mario yang dengan sengaja dia tinggalkan di lapangan tanpa sedikitpun penjelasan dari nya.


Nabila, buru-buru menepis pemikirannya sendiri.Toh, mereka bukan anak kecil lagi yang di tinggal di tengah keramaian oleh ibu kandungnya sendiri.


Nabila yang di bantu oleh ibu nya mempersiapkan barang dagangan untuk dia jual sore hari ini demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


Ambisinya dan juga keadaan dari ibunya lah yang membuat Nabila bersemangat berjualan terlepas dari seluruh badan dan pikirannya meronta-ronta meminta untuk beristirahat sejenak.


Si kecil Nisa tak ikut membantu,dia tengah asyik belajar sendiri tanpa di temani oleh Nabila atau ibu martinah.


Sekitar 40 bungkus makaroni balado sudah siap di jual dengan memakan waktu yang tak lama bagi Nabila dan ibu martinah.

__ADS_1


"Nabil,kamu yakin mau berjualan di sore hati ini?".Tanya ibu martinah dengan cemasnya.


Nabila, mengenggam tangan ibu martinah seraya melayangkan senyuman manisnya."Aku yakin Bu,do'a kan anak mu ini agar di beri kesehatan dan keselamatan".Pinta Nabila dengan tulusnya.


Ibu martinah sekuat tenaga berusaha tersenyum di kala hatinya ingin menangis,sikap dan tutur kata Nabila selalu berhasil membuat dia teriris hatinya.


Seusai dia yang harusnya dia habiskan untuk belajar tanpa menanggung beban keluarga dan di beratkan oleh keadaan ekonomi yang tidak baik.


Nabila, dengan menenteng sekantong plastik berisi dagangan nya siap untuk berjualan di luaran sana.Sedang ibu martinah pergi ke kamar mandi untuk melakukan pekerjaannya yang sempat terhenti akibat sakit lambungnya yang memaksa dirinya untuk berdiam diri.


Kantong plastik berukuran besar itu di keluarkan oleh ibu martinah tanpa takut di ketahui oleh nabila.Kantong plastik itu memang sengaja ibu martinah sembunyi diantara tumpukan pakaian bekas agar Nabila tak mengetahui dan berakhir dirinya tak ikut membantu anak nya dalam mengumpulkan pundi-pundi uang.

__ADS_1


Ibu martinah mengeluarkan brosur di balik bajunya yang lusuh.'Lomba menulis novel online dengan hadiah fantastis'.Itu adalah judul brosur yang ibu martinah baca dan menjadi tolok ukur,dia bersemangat mengumpulkan uang demi Nabila agar bisa membeli laptop atau smartphone keluaran terbaru.


"Semoga usaha mu membuahkan hasil nak". Harap ibu martinah mendo'a kan kesuksesan nabila.


Yah,ibu martinah tanpa sengaja menemukan brosur di bawah kasur usang tempat Nabila mengistirahatkan badannya sejenak.Brosur itu mungkin sangat berarti bagi nabila,yang memiliki bakat menulis karya fiksi namun terhalang oleh ekonomi.


Ibu martinah,sudah mengambil pekerjaannya kembali sebagai kuli cuci dan gosok.Tak tanggung-tanggung ibu martinah sampai membawa 3 kantong plastik berukuran besar untuk dia cuci dan gosok sebagai tambahan modal bekal untuk anaknya mengikuti sebuah perlombaan yang sangat di inginkan oleh Nabila dengan mengabaikan kesehatan nya.


Ibu martinah mulai mengeluarkan tumpukan pakaian ke dalam ember besar,memilah dan memilih nya sesuai dengan pemilik pakaian, merendamnya dengan air tak lupa menggunakan detergen yang di satukan dengan pengharum pakaian.Merendamnya sekitar 30 menit, sebelum akhirnya di cuci dengan menggunakan kekuatan tangan nya dan mengeringkan nya di bawah sinar matahari langsung.


Satu ember penuh sudah selesai,tinggal mengerjakan satu ember berikutnya terus saja begitu hingga ember terakhir selesai di cuci dan di keringkan tanpa sepengetahuan Nabila.

__ADS_1


__ADS_2