
Nathan beserta dengan teman-teman nya menatap heran pada Nabila yang berteriak di sertai dengan berjingkrak-jingkrak senang bak anak kecil yang tengah bermain-main tanpa kenal dunia luar yang keras.
Nabila, seketika menyadari aksinya dan menoleh kesana-kemari untuk memastikan situasi dan kondisi terkini setelah dia tanpa sadar bersorak senang hingga tak menyadari situasi di sekitarnya.
Ulasan senyum Nabila layangkan.Malu terhadap teman-teman nya yang menatap kearahnya dengan beribu pertanyaan yang siap di ledakkan bila ada kesempatan.
Tak sengaja,ekor mata Nabila menangkap sosok laki-laki yang bahkan dia sampai mengerutkan keningnya seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Nathan".Gumam Nabila,entah kenapa Nabila ketakutan jika Nathan melihat aksinya tadi.Bukan takut, tepatnya merasa malu.
Kring
__ADS_1
Kring
Kring
Bel berbunyi dengan nyaringnya, menandakan upacara akan segera terlaksana.Nathan,bergegas masuk ke salah satu ruangan dan memutus tatapan seribu tanya nya pada Nabila yang juga sama bergegas masuk ke perpustakaan untuk menitipkan barang-barang nya.
Upacara di laksanakan dengan cukup berbeda dimana Nathan dan teman-temannya tampil sembari membawakan piala yang mereka raih pada Minggu kemarin meski lomba itu di laksanakan dengan mendadak tanpa persiapan yang matang.Tapi,Nathan dan juga teman-teman nya mampu menyabet juara bahkan sebagai juara umum dalam perlombaan tersebut.
"Kita patut berbangga dan berbahagia karena salah satu ekstrakurikuler kita mampu menyabet piala.Beri tepuk tangan dan apresiasi sebesar-besarnya pada ekstrakurikuler pasjarpara yang telah memenangkan lomba baris-berbaris tingkat kabupaten".Suara lantang dan keras dari kepala sekolah terdengar begitu bahagia dan tepuk tangan menyambut suaranya yang bahkan terdengar bergetar saking bahagianya.
Tepuk tangan Nabila apresiasi untuk Nathan yang telah berjuang dan berkorban meski di barengi oleh teman-temannya yang juga ikut andil di dalamnya bersama dengan sang komando,Nathan anumerta.
__ADS_1
Dapat Nathan lihat senyum bahagia dan bangganya Nabila akan prestasi yang di peroleh nya meski itu tidak di raih oleh dirinya sendiri.
"Akhirnya kau mengakui prestasi ku,Nabila".Gumam Nathan yang juga ikut tersenyum kala melihat senyuman Nabila yang begitu candu baginya dan penyemangat dalam menjalani setiap kegiatannya.
Upacara telah selesai dengan di tutup oleh penyambutan beserta dengan memperlihatkan piala yang sudah di raih oleh Nathan beserta dengan teman-temannya dengan tepuk tangan dan sorak-sorai penuh kebahagiaan.
Nabila,bergegas masuk ke perpustakaan setelah upacara itu selesai tanpa menoleh kearah Nathan untuk terakhir kalinya yang masih dalam suasana bahagia dan euforia nya atas keberhasilan yang selama ini di raih dengan susah payah.
Dengan langkah tergesa-gesa,Nabila masuk ke perpustakaan untuk mengambil tas punggung dan juga tas laptopnya dan juga masuk ke kelasnya agar tak terlambat masuk sebelum guru mata pelajaran masuk ke kelas.
"Nabila". Langkah kaki Nabila,terhenti karena suara teriakan dari seseorang yang bahkan orang itu sampai berlari mengejar langkah kaki Nabila yang tergesa-gesa.
__ADS_1
"Nabila".Teriak orang itu,berusaha mengejar dan menghentikan langkah kaki Nabila yang mencoba untuk berjalan lebih cepat.
"Yah".Sahut Nabila dengan kesal nya.