Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 165


__ADS_3

Nanti Han menoleh kearah sumber suara yang berasal dari arah belakangnya dan si pemilik suara tentu tak asing lagi bagi Nathan.Siapa lagi kalau bukan Noval.


"Haha...Haha.."Kali ini Noval tak bisa membendung tertawa nya yang dia tahan sebelum kepergian Nabila."Kau pakai cara yang lama?,tentu musuh mu bisa menebak arah permainan mu". Begitu bahagia nya Noval tertawa diatas penderitaan Nathan.Sedang,Nathan terlihat mencebikkan bibir nya,sebal.


"Bahagia yah melihat teman sendiri menderita?".Hardik Nathan,tak terima dirinya di jadikan bahan lelucon.


Noval menghentikan tawa lepasnya yang hampir tak pernah tertawa selepas ini setelah cintanya bertepuk sebelah tangan.Dia duduk di samping Nathan,sembari terlihat tengah memikirkan sesuatu.


Kedua sahabat ini hanya saling diam,tak ada yang mengeluarkan kata sepatah katapun.Mereka terlalu asyik dengan pemikirannya sendiri dan entah apa yang telah mereka pikirkan.


"Nathan".


"Noval.


Lama bungkam Noval dan Nathan saling memanggil satu sama lain,namun secara bersamaan seperti ada yang hendak ingin di bicarakan setelah lama saling terdiam memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Nathan,kembali terdiam begitu pula dengan Noval yang kembali memalingkan mukanya ke sembarang arah hingga waktu yang tak di tentukan.


Waktu istirahat yang biasanya mereka habiskan untuk nongkrong di salah satu warung atau sekedar usik terhadap teman lain nya,kini mereka hanya menghabiskannya dengan saling berdiam diri bak sepasang kekasih yang tengah melakukan aksi mogok bicara.


Lalu-lalang orang-orang di ruangan kelas tak menghentikan Noval dan Nathan untuk tetap berdiam diri,saling merenung sambil bertopang dagu.Nathan dan Noval saling terdiam.Memikirkan wanitanya.Yah, wanitanya.


Nathan,masih memikirkan Nabila yang begitu mudahnya mendapatkan barang yang terbilang mahal dan mewah padahal dia tau persis perjuangan dari rival debatnya yang begitu hebat dalam menaklukkan kerasnya dunia dan perasaannya yang menjalar di dalam hatinya yang entah apa di sebut nya.


'Mau gue ngomong malu'.Ucap Nathan membatin.Sedari tadi dia terus menimbang-nimbang keputusannya untuk sekedar bertanya pada Noval yang telah berpengalaman naskah cinta.


"Ah sial,kenapa pula waktu terasa begitu cepat".Umpat Nathan, mengeluhkan waktu yang semakin berjalan dengan cepatnya.


Murid-murid saling berhamburan masuk ke dalam kelas dengan saling bercengkrama satu sama lain ada pula yang masuk dengan tertib tanpa mengeluarkan bunyi sama sekali.


Pandangan Nathan terus beralih pada kerumunan teman sekelasnya yang berhamburan masuk ke dalam ruangan kelas.

__ADS_1


Tidak ada.Nathan,belum menemukan sosok yang di cari dan di nantikan nya sekaligus menjadi sasaran empuk untuk dia mangsa untuk di jadikan bahan guyonannya.


Satu persatu Nathan menatap dan memperhatikan teman kelasnya masuk,tapi sampai orang terakhir masuk pun Nathan masih tetap belum menemukan sosok yang di carinya hingga tanpa sadar dia berdiri dengan gelisah.


Noval,yang ada di sampingnya sampai heran dengan sikap Nathan yang terus menatap kearah pintu masuk ruang kelas.


"Cari siapa?".Tanya,Noval begitu penasaran.


Bukannya menjawab pertanyaan Noval,Nathan malah melototi Noval yang seenaknya menganggu konsentrasi nya.


"Assalamu'alaikum". Tatapan mata nathan pada Noval harus terputus seiring datang nya guru yang masuk untuk mengajar di jam berikutnya.


...****************...


Kemanakah Nabila pergi nya dan dimanakah dia berada?.. Temukan jawabannya .

__ADS_1


__ADS_2