
Nathan dan Noval begitu gembira diatas penderitaan Nabila yang meratapi dagangannya hancur lebur karena Nita dengan sengaja telah menginjak dagangan yang sepenuhnya belumlah laku terjual.
Ingin marah,tapi tak bisa Nabila masih bisa bersabar atas kelakuan Nita yang di luar batas dan tak seperti biasanya.
Hanya sebuah tatapan yang Nabila berikan untuk Nathan dan Noval yang tertawa dengan terbahak-bahak dan Nita yang tersenyum penuh dengan kemenangan.
Drama yang terjadi antara Nita,Nabila,Noval dan Nathan harus terhenti seiring dengan kehadiran guru mata pelajaran yang terlambat masuk kelas karena suatu alasan yang pasti.
Kali ini, belajar menggunakan metode debat lagi,metode pembelajaran yang di sukai oleh Nabila dan juga Nathan.
Nabila yang pintar,tak tinggal diam begitu saja saat dirinya di permalukan dan di rendahkan oleh Nathan dan Noval.Sangat kebetulan Nita juga tak berada di pihaknya sehingga dia bisa dengan mudah membalaskan penghinaan yang dua terima atas tindakan Nita yang di luar batas.
__ADS_1
Debat antara kelompok Nabila dan nathan berlangsung dengan sengit,Nabila tak akan pernah membiarkan Nita menang yang berada di pihak Nathan.
Kata sindiran dan hinaan sering di lontarkan oleh Nita untuk menyerang mental Nabila dengan harapan Nabila bisa di kalahkan.
"Wanita itu, hanya pintar berkoar-koar tak jelas tanpa prestasi".Gumam Nabila yang sudah membaca arah pikiran Nita.Seperti kata Noval sendiri bahwa Nita hanya pintar berkoar-koar sembari melemparkan kata-kata hinaan tanpa mau ikut berpikir.
Nabila,membalas kata hinaan Nita dengan balasan telak atas kekalahan kelompok Nathan yang tak berbalas.
Noval,tak henti-hentinya mengelus tangan Nita yang sudah terbakar emosi akibat kekalahan kelompoknya yang sekarang berada di pihak lawan,namun lagi-lagi dia bisa di kalahkan.
Tatapan Nita tertuju pada Nathan yang dengan mudah nya bisa di kalahkan oleh Nabila untuk kesekian kalinya dengan beribu kesempatan yang ada.
__ADS_1
"Turunkan pandangan mu, wanita ja****".Umpat Nathan,membalas tatapan Nita yang terarah padanya.Dia dengan santainya, melenggang pergi tak peduli pada Nita yang terbaik emosi.
Noval tetap setia berada di samping Nita yang tak mau beranjak, walau sudah di bujuk oleh Noval dengan kata-kata rayuan dan ulasan senyuman manis nya yang begitu menggoda bagi orang awam.
"Sudah yuk marah yah, jangan lama-lama marah nya ntar cepat tua".Goda Noval sembari melayangkan senyuman manisnya,tapi itu semua tak cukup untuk meluluhkan hati Nita yang sudah terbakar oleh api cemburu dan emosi yang menguasai dirinya.
Noval, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Dia gagal dalam membujuk Nita agar duduk kembali di bangkunya yang sayangnya itu harus berdampingan dengan Nabila yang seperti membalas penghinaan atas dirinya.
"Selamat pagi anak-anak".Gueu di jam ke-2 telah masuk ke ruangan kelas dengan senyuman manisnya menyapa anak didiknya.Nita akhirnya luluh juga dengan kedatangan guru yang di sukai oleh nya,apalagi kalau pelajaran geografi.Mata pelajaran yang lumayan gampang bagi Nita, sehingga tak perlu memerlukan bantuan Nabila untuk mengerjakan tugas yang di berikan.
"Singkirkan tangan mu,dari tangan ku".Gertak Nita,sembari melenggang pergi tak peduli dengan kekhawatiran dan wajah kecewa Noval.
__ADS_1