
"Gagal lagi rencana gue gara-gara si kutu kupret,author sok pintar".Gerutu Nathan,tak henti-hentinya terus mengomel.
"Nathan...Nathan...".
"Apa gue gak bisa seperti guru yang sok baik itu hingga Dewi Fortuna pun tak pernah berpihak pada gue".Tak henti-hentinya Nathan terus mengomel bak kereta cepat yang terus melaju dengan kecepatan ekpres begitu pun dengan mulut Nathan yang tak pernah berhenti mengumpati author yang menurutnya sok pintar itu.
"Selamat pagi, Nathan".
Segala Omelan dan caci maki beserta dengan sumpah serapan Nathan harus terhenti karena sebuah tepukan di bahunya oleh seorang pria yang dari suaranya dapat di kenali oleh Nathan.
"Selamat pagi Nathan".Ucap pria itu lagi sembari berdiri di hadapan Nathan yang bahkan dia sendiri terperangah dengan kehadiran sosok pria yang ternyata memanggilnya beberapa kali.
"P-Pak M-Mat-tio".Ucap nathan gelagapan sendiri.
__ADS_1
Pak matio,yah dialah orangnya yang sedari tadi memanggil Nathan tanpa di perdulikan oleh Nathan yang terus mengomel tiada akhir.
"Selamat pagi,Nathan.Tak biasanya kau masih keluyuran di luar kelas di jam pelajaran yang akan segera berlangsung".Sapa pak matio sekali lagi sekaligus memberikan sindiran pada Nathan.
"Hehe... Selamat pagi juga pak".Sahut Nathan sembari menyalami pak matio dengan takzim nya.
Pak matio tersenyum dan mengajak Nathan untuk berjalan bersama menuju ruangan kelas yang kebetulan di jam pertama ini di isi oleh pak matio selaku guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
Sepanjang perjalanan ini terasa canggung bagi keduanya,Nathan yang tadi sempat mengomel bak kereta ekspres kini hanya diam tak berani lagi mengeluarkan sepatah,dua patah kata.Sama hal nya dengan pak matio yang memilih diam sembari terus berjalan.
"Assalamu'alaikum.."Ucap salam pak matio berikan untuk anak-anak muridnya dan di susul Nathan yang berjalan di belakang pak matio.
Murid di dalam kelas tak langsung menjawab salam dari pak matio, mereka justru terpana dengan sosok Nathan yang ternyata berada di belakang Nathan dan bahkan sekarang sudah duduk di kursinya tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Kau, darimana saja?". Tanya Noval, setengah berbisik setelah Nathan mendaratkan pantat nya dengan sempurna di kursinya bahkan dengan santai nya main nyelonong masuk tanpa permisi.
"Kepo".Sahut Nathan tanpa menoleh kearah Noval.
Pak matio,yang menyadari sikap tak sopan Nathan hanya tersenyum dengan tingkah laku Nathan yang memang seperti ini sejak dulu .
Pak matio,memulai pelajaran nya dengan menjelaskan terlebih dahulu dan selanjutnya memberikan kesempatan pada murid yang ingin bertanya langsung kepadanya.
Sistem pemerintahan di berbagai dunia menjadi topik penjelasan pak matio dan Nabila selalu menjadi murid yang pertama memberikan pertanyaan,tentu nya di susul oleh Nathan yang tak ingin kalah bersaing dengan nabila.Hanya,Nita yang terlihat diam,tak antusias menjalani serangkaian pembelajaran di sekolah yang terasa menjenuhkan.
Entah,kenapa Nita yang selalu berada di sisi Nabila,Kini dia menjauh dan dia yang menjadi pendiam padahal dia selalu ceria dan bersemangat.
Hal ini,jelas terlihat oleh Nabila yang meski dia merasa di fitnah oleh Nita dan Nita yang merasa di khianati oleh Nabila.Tapi,Nabila masih peduli,sesekali dia menoleh kearah bangku Nita yang ternyata firasat nya benar.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi?".Nabila bertanya-tanya sendiri tentang sikap Nita yang aneh akhir-akhir ini dan mendadak menjadi orang yang pendiam berbeda 360°,dari biasanya.