
Mario,memang menyempatkan diri untuk melihat Nabila untuk terakhir kalinya sekaligus menjaga Nabila dari kejauhan terlepas mungkin Nabila sendiri sudah mengetahui indentitas melalui sikap dan tatapan Nabila yang intens menatap dirinya, seakan ingin memastikan penglihatan dan kecurigaan nya selama ini.
Mario juga sengaja datang lebih awal dari Nabila agar dia lebih leluasa memandang wajah cantik Nabila untuk terakhir kalinya sebelum dirinya menghilang dengan luka hati yang sampai kapanpun tak akan pernah sembuh dan tak ada obatnya.
Tapi,satu yang tidak disadari dan tidak di ketahui oleh Mario.Ternyata Nabila sudah ada di tempat yang biasanya dia mangkal menjajakan dagangannya pada pengendara maupun pada orang yang hanya sekedar lewat saja,di saat dirinya belum mengenakan alat tempur penyamarannya dalam menjaga Nabila dari jarak jauh.
"Ngapain loe ada disini?".Entah itu adalah sebuah pertanyaan atau sekedar pelampiasan emosi terhadap dirinya,tapi jelas suara itu menyiratkan rasa kekesalan dan rasa kecewanya terhadap dirinya.
Mario,menoleh kearah pemilik suara yang telah mengejutkan nya lewat pertanyaan yang menyiratkan rasa kecewa pada dirinya.
__ADS_1
"Na-Nabil-Nabila". Seketika itu Mario terlonjak kaget dengan kedatangan dari seorang wanita yang selama ini menempati tahta tertinggi di hatinya,Nabila Kemala.
Tanpa memberikan celah bagi dirinya Nabila terus menyudutkan dirinya dengan mengeluarkan segala unek-uneknya yang selama ini menganak di hatinya.
Selama ini,Mario juga tanpa sadar telah memberikan luka hati pada seorang murid pintar dan cerdas,anak didiknya yang dia tolong,anak didiknya yang tanpa sengaja dia melukai hatinya.
Mario,sengaja mendengarkan setiap kata hari Nabila yang dia utarakan tanpa memberikan jeda padanya untuk menjelaskan barang sejenak pun di balik sikap dan keputusannya yang mendadak pergi tanpa alasan yang ternyata itu menambah penderitaan bagi nabila.
"Kenapa mar?, kenapa kau malah datang di saat hati ini mulai ikhlas menerima perjodohan mu dengan Nita?,di saat hati ini mulai ikhlas melepas kepergian mu padahal hari ini mencintai mu". Tanpa sadar Nabila mengungkapkan isi hatinya yang ternyata cintanya pada Nabila tak bertepuk sebelah tangan seperti apa yang dia duga selama ini.
__ADS_1
Mario,yang mendengar keluh kesah Nabila tanpa menjeda, sampai-sampai melotot tajam dengan mulut terbuka demi mendengar pengakuan nabila yang dia tunggu selama 2 tahun terakhir ini.
Mario, menyadarkan dirinya dari rasa terkejut sedang Nabila terlihat memalingkan mukanya,malu karena tanpa sadar telah mengungkapkan perasaannya pada seorang pria.
Mario, menghampiri dan mendekati Nabila yang kembali memalingkan wajahnya seakan menghindari dirinya,tapi bukan Mario namanya jika berputus asa demi mendengarkan pengakuan nabila secara sadar dan gamblang.
"Apa yang kau ucapkan, nabila?, berbicaralah dengan benar dan baik".Ucap Mario,sembari berusaha menatap wajah Nabila yang terus menghindari dirinya.
Nabila,terus menghindari Mario,sebisa mungkin dirinya tak menatap wajah tampan Mario yang dengan kebaikannya dan wajahnya yang mempesona tanpa sadar telah memupuk benih-benih cinta di hati nya tanpa dia sadari.
__ADS_1
"Aku mencintaimu,Nabil dan kau juga mencintai ku".Ucap Mario, menginterupsi usaha Nabila yang menghindari tatapan Mario padanya.
Malu-malu Nabila,menoleh kearah Mario yang juga menatap kearah dengan tatapan memohon dan matanya menyiratkan cahaya cinta yang belum pernah dia lihat di kornea mata Mario.