
Noval,tak kuasa harus mengingat apa yang sudah dia alami dan rasakan sebelum dirinya tanpa sengaja bertemu dengan Nathan yang duduk diatas jok motor nya seperti hendak menunggu seseorang yang sudah pasti itu adalah Nabila.
Noval menunduk cukup lama demi memastikan perasaannya baik-baik saja dan terdiam cukup lama tanpa ada perintah dan bentakan dari Nathan yang biasanya tak sabaran menunggu.
Noval mengangkat kepalanya dan hendak menjelaskan tapi tangan nya di seret kembali oleh Nathan ke suatu tempat yang kali ini cukup terang dengan penerangan lampu yang berkelap-kelip menyilaukan mata.
"Duduk".Perintah nathan pada Noval sembari melepaskan tangan Noval secara perlahan,amat berbeda dengan sikap nya tadi.
Dengan terpaksa,Noval menuruti perintah Nathan dengan duduk di sebuah kursi panjang dengan meja yang cukup besar untuk berkumpul keluarga atau reuni bersama teman-teman di sebuah taman yang sengaja di sediakan untuk melepas penat atau sekedar bersantai.
__ADS_1
Noval, menyatukan kedua tangannya seperti hendak berdo'a meminta perlindungan dan keselamatan atas dirinya,tapi jauh dari itu semua Noval tengah menenangkan dirinya dari perasaan yang tak karuan apalagi dia tadi tak sengaja melihat wanitanya tengah tersenyum bahagia di rangkulan tangan seorang pria yang tak asing lagi baginya.
Nathan, diam memperhatikan Noval yang seperti tertunduk lesu, dunia nya seakan runtuh dan keceriaan yang dulu seakan sirna.
Wanita yang dia cintai dan di incarannya sejak lama tak telah melakukan lamaran dan persiapan sebelum pada akhirnya menikah dengan mantan gurunya yang pergi tanpa permisi dan berpamitan.
Sakit hati dan patah hati seakan hal yang tabu bagi seorang pria seperti Noval yang berprilaku bak anak kecil tak di beri mainan.Namun,dia juga tetap seorang manusia yang punya hati dan perasaan.
"Nita" .Ucap Noval,memecah keheningan malam sehening hatinya dan sesepi kehidupannya yang tak bisa lagi mendapatkan cintanya.
__ADS_1
Nathan,tak berani bersuara.Dia tetap diam sembari memperhatikan raut wajah Noval yang sesekali menundukkan pandangannya ke bawah, sesekali dia mendongakkan kepalanya keatas seperti meminta kekuatan dari sang Maha Kuasa.
"Nita,sudah lamaran dengan guru tengil itu dan sebentar lagi mereka akan menikah". Begitu berat dia mengungkapkan kebenaran yang baru dia ketahui kepada sahabat karib nya.
"What?".Pekik Nathan, seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar.Namun,hal itu pula sekaligus melegakan perasaan cemasnya terhadap guru tengil mereka sendiri.
Nathan, berdiri dan menghadap Noval yang tertunduk sedih.Dunianya telah hancur seiring dengan kenyataan pahit yang harus dia terima.
"Gue tau ini pasti hal yang menyakitkan bagi loe,tapi bukan berarti hidup mu hancur berantakan dan membuat gue seperti gay".Kelakar Nathan, mencoba mencairkan suasana tegang dan menghibur hati Nathan yang terlanjur sakit.
__ADS_1
Noval,tak menanggapi guyonan Nathan.Baginya tak mudah melanjutkan hidup di saat cinta sejati nya malah memilih orang lain tanpa memikirkan perasaan nya.
Nathan,menghela napasnya cukup dalam.Tidak mudah baginya menghibur hati Noval yang terlanjur patah hati setelah menerima kenyataan yang paling menyakitkan dalam hidupnya sama seperti dirinya yang belum mengetahui kebenaran tentang wanita yang sering dia bully tapi amat sangat dia rindukan.