Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 119


__ADS_3

Malam yang menegangkan dan penuh drama telah di lewati oleh Nabila,tak lupa dia juga menulis novel nya melanjutkan bab kemarin yang belum sempat rampung dia selesaikan.


Nabila,harus bergadang hanya demi mengumpulkan pundi-pundi uang nya untuk mengikuti lomba menulis novel yang akan di laksanakan tidak kurang dan tidak lebih tinggal 2 hari lagi waktu yang tersisa untuk dia bersiap diri.


Pukul 11 malam,baru dia bisa tertidur nyenyak setelah novel nya telah rampung terselesaikan tanpa ada kendala dan hambatan seperti yang terjadi kemarin-kemarin.


Nabila,tetap bangun pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan dagangan nya yang mulai di gemari oleh pembeli terlepas dari fitnah yang terlanjur menyebar di lingkungan sekolah.


Seiring berjalannya waktu, mereka bisa menulis dan menyimpulkan sendiri apa yang terjadi.Permintaan makaroni balado meroket tinggi, bahkan ibu kantin saja sampai harus mengeluh.Bukan mengeluh karena banyak yang tak laku,tapi barangnya yang sudah habis terjual.


Benarlah kata-kata dari guru ulama bahwa rezeki itu tidak akan tertular dan setiap mahkluk hidup memiliki rezekinya masing-masing memang benar adat.Terbukti dari permintaan makaroni balado yang meroket tinggi padahal belum 2 hari fitnah itu menghilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Nita,tak lagi menganggu Nabila yang sedang mengais rezeki.Entah apa alasan,si primadona sekolah itu mendadak menjadi pendiam.Tak seaktif dulu,dan tak seceria dulu.


Dalam wajah Nita nampak raut kekecewaan dan kesedihan yang menggantung dengan jelas di pelupuk matanya dan lingkaran di bawah matanya setiap harinya terus bertambah.


Nabila,tak bisa bertanya sebab nita dan Nabila tak lagi satu meja seperti dulu.Hanya Nathan saja yang aktif terus mencari masalah dengan Nabila,baik di luar maupun di lingkungan sekolah.Dia bak perangko yang terus menempel pada diri Nabila.


Seperti saat ini,Nabila yang baru masuk ke kelas setelah berkeliling menawarkan dagangannya setelah bel berbunyi mendapatkan hadangan dari Nathan and the geng.Mereka kompak menyilangkan tangan di depan dadanya.


Nabila,tak menggubris ucapan Nathan.Dia melenggang duduk di kursinya sembari mengeluarkan alat tulisnya.


Nathan, bergeleng-geleng kepala dengan kelakuan Nabila yang tidak biasanya.Nabila, seperti orang yang sombong dan berlagak sok berkuasa tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi pada Nabila sendiri.

__ADS_1


"Heh.."Gertak nathan sembari memukul meja dengan cukup keras tepat di hadapan Nabila yang tengah asyik menulis sesuatu di buku besarnya.


Nabila,yang terganggu dengan aksi Nathan.Dia menoleh kearah Nathan yang berada tepat di hadapannya tengah menatapnya dengan kilat mata memerah.


"Bisa tidak,kau tidak menganggu ku sehari ini saja".Punya Nabila dengan suara tegas dan lantang.


Nathan, menjulurkan hari telunjuknya dan memutar-mutar jari telunjuk itu."Tidak bisa dan tak akan pernah bisa sampai kau dapat aku kalahkan di hadapan teman-teman kelas".


"Kalau begitu" .Nabila menyilangkan tangan nya di depan dadanya."Kau hanya akan membuang waktu berharga mu sebab kau tidak akan pernah menang melawan ku".Sabu Nabila dengan sombong nya.


Nathan tersenyum smirk.Baru pertama dia melihat dan mendengar Nabila berkata dengan sombong nya,tak seperti kemarin-kemarin yang pasrah menerima bully an.

__ADS_1


"Lihat saja nanti ".Jawab Nathan tak mau kalah sembari duduk di kursi yang ada di samping nabila.


__ADS_2