Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 141


__ADS_3

Secara perlahan ibu martinah membuka plastik hitam yang membungkus kotak hitam itu pula dan mengeluarkan isinya secara perlahan di hadapan Nabila yang sudah penasaran dengan isi di dalam kotak hitam yang di sembunyikan di belakang tubuh ibu martinah.


"Ini kan?".Nabila seakan tak mempercayai apa yang di lihatnya.Sebuah benda yang di harapkan dan akan dia beli pada hari ini,tapi ternyata benda itu sudah ada di depan matanya.


Ibu,martinah mengangguk.Benda inilah yang di inginkan oleh Nabila dan berusaha mengumpulkan uang dengan sudah payah hanya demi bisa mendapatkan benda persegi empat dengan segala fungsi.


Nabila, membolak-balik benda persegi itu seakan dia tidak bisa mempercayai apa yang ada di depannya, matanya berkaca-kaca sesekali menatap ibu martinah yang tersenyum pada nabila.


"Ini mimpi atau nyata?".Tanya Nabila,masih tidak mempercayai apa yang sudah di lihatnya.Di cubit nya lengan Nabila secara keras dan rasanya sakit."Ini nyata".


Ibu martinah tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Nabila.Senyuman Nabila yang hampir tak pernah terlihat, kalaupun terlihat tentu itu karena terpaksa.

__ADS_1


"Itu nyata nak dan maaf telah mengambil uang mu serta membelikan barang tanpa persetujuan mu".Ucap ibu martinah sembari menundukkan pandangannya ke bawah,tak kuasa melihat wajah kecewa anaknya.


Nabila,menoleh kearah ibu martinah dan mengenggam tangan nya."Iya gapapa Bu,maafkan aku pula yang sudah berprasangka buruk terhadap mu".Sahut Nabila,tak di pungkiri oleh dirinya bahwa dia juga berdosa telah berprasangka buruk terhadap ibunya sendiri.


Ibu martinah memeluk tubuh Nabila begitu pula sebaliknya,Nabila memeluk tubuh ibu martinah dengan penuh sayang setelah menyingkirkan beda persegi dari pangkuannya.


...****************...


Malam ini pula Nabila sudah siap dengan laptop barunya pembelian ibu martinah dengan uang Nabila yang diambil secara diam-diam dengan jumlah kekurangan di bayar langsung oleh ibu martinah sendiri.


Nabila,tak menggunakan uang pemberian dari pria misterius yang di sinyalir itu adalah pemberian dari pak Mario yang menyamar sebagai pria misterius demi membantu keuangan Nabila yang mungkin di rasa kurang.

__ADS_1


Pada malam ini,di detik terakhir pendaftaran Nabila melakukan pendaftaran ulang lagi dan memulai menulis rangkaian demi rangkaian cerita yang akan dia kirim ke penerbit melalui situs menulis online yang sudah tertera dalam aplikasi resmi nya.


Nabila, begitu lihat menari-nari diatas keyboard laptop yang mesti batu tetapi tak membuat Nabila kaku terus menorehkan rangkaian demi rangkaian cerita hingga lupa waktu.


Sementara,ibu martinah tetap melakukan pekerjaannya sebagai kuli gosok dan kuli cuci terlepas dari tujuannya telah tercapai satu persatu d mu kebahagiaan anak-anaknya.


Nabila, menuliskan cerita demi cerita yang bersumber dari pengalaman hidupnya dan sesuai dengan cita-cita serta impiannya yang ingin mengubah nasib dan memperjuangkan mimpinya terlepas dari segala kemungkinan-kemungkinan terburuk,Nabila tetap berusaha hingga tanpa sadar Nabila tertidur di dekat laptop tanpa ada yang merubah posisi tidurnya.


Nisa,sudah terlelap tidur tak terganggu oleh ketikan jemari Nabila yang terus menari-nari diatas keyboard laptop yang sesekali terdengar menganggu tidur panjang Nisa yang terlelap tak jauh dari Nabila.


Awalnya terganggu,namun lama-kelamaan menjadi terbiasa dengan suara tangan Nabila yang begitu lihai menekan keyboard laptopnya dengan tenang dan fokus.

__ADS_1


__ADS_2