Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 42


__ADS_3

Nathan anumerta, pagi-pagi sekali dia datang ke sekolah.Memang kebiasaannya ini tak ada yang mengetahuinya bahkan anggota genk nya saja tak ada yang tau akan kebiasaan yang dia simpan rapat-rapat.


Nathan,tengah berdiri menghadap Mading perpustakaan yang ukurannya tidak besar,tidak pula kecil.Mading itu berisi tentang berbagai macam pengumuman sekitar perpustakaan dan beberapa informasi terkait dengan wacana yang baru-baru ini terjadi.


Bukan itu yang Nathan cari bukan informasi,berita bahkan sketsa gambar yang menurutnya jelek ikut tertempel dengan sempurna di Mading perpustakaan.


Bukan itu, melainkan sebuah karya fiksi karya seseorang dengan update setiap hari terkecuali hari libur,dia tak update karya nya.Karya fiksi karangan seseorang yang telah membuat dia tanpa sadar mulai menyukai membaca karya fiksi,terlepas dari buku-buku pengetahuan dengan berbagai jenis judul yang tebalnya bisa di gunakan untuk bantal tidur.


Karya itu ternyata berada di tengah-tengah informasi dan berita yang tertempel dengan sempurna di dalam Mading perpustakaan.


'Dear novel'.Kata yang di tulis dengan huruf besar dan yang menjadi judul sebuah karya fiksi baru pertama di update.

__ADS_1


Entah kenapa,Nathan tertarik dan ingin membaca keseluruhan cerita dari judul yang telah menarik pusat perhatiannya tertuju pada cerbung.


Nathan,membaca setiap kata demi kata, Kalimat demi kalimat hingga tak terasa air matanya jatuh melorot membasahi pipinya.


Nathan,tak habis pikir dengan jalan cerita dari cerbung yang baru pertama di update sudah menguras emosi dan jiwa raganya hingga air mata nya jatuh tanpa bisa di bendung.


"Ternyata... Ternyata hidup mu begitu sulit".Cerita yang baru di baca oleh Nathan banyak mengandung bawang nya padahal itu baru kata pengantar saja tapi mampu membuat anak yang mendapatkan didikan tegas ini mampu mengeluarkan air matanya.


Tap...Tap..Tap


Suara sepatu pantofel membuyarkan lamunan Nathan akan kehidupan pahit dari sang author,mau tak mau dia harus menghapus jejak air matanya dan pergi bersembunyi.

__ADS_1


"Sial".Gerutu Nathan, lamunan dan emosi nya yang terkuras habis mendapatkan gangguan dari seseorang yang sama seperti dia selalu menyempatkan diri berkunjung dan membaca karya dari author yang barusan dia baca.


Nathan dan orang itu sama-sama menaruh iba dan menyempatkan diri untuk membaca karya dari sang author harus terhenti dengan kedatangan seorang pria yang merupakan pengagum dari author itu sendiri dengan berbeda nasib.


Nathan bersembunyi di balik pilar tembok kelas,mengintip pria yang juga sama membaca karya dari author pemilik karya fiksi hebat.


"Nabila.."Gumam pria itu, matanya berkaca-kaca, sesekali dia menyentuh kertas berisi rangkaian cerita hidup seorang murid yang bermimpi setinggi langit dan terhalang oleh keadaan serta bullying yang tanpa sadar terus dia terima.


"Nabila Kemala,author hebat,pemberani dan pejuang tangguh ".Pria itu memuji sang author, mulutnya seakan tak pernah mengeluarkan kata hinaan untuk sang author bahkan sering memuji dan meninggalkan kesan serta pesan di bawah karya fiksi dari author itu sendiri.


Nathan,tak berpaling dari pria itu.Dia masih memantau pergerakannya hingga pria itu pergi entah kemana.Barulah Nathan muncul ke permukaan dan kembali menatap Mading berisi karya fiksi author favoritnya.

__ADS_1


"Oh...Oh ternyata...."


__ADS_2