
Dengan langkah pelan namun pasti Nita,mencoba mendekati pak Mario dengan terus mengajaknya berbincang yang sekiranya ada dalam otak Nita.
Dapat Nabila lihat ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Nita,entah mungkin itu perasaan Nabila saja yang mencoba untuk menghindar dari sosok pak Mario.
"Jaga jarak mu". Alangkah terkejutnya Nabila saat suara pak Mario menginterupsi langkah kaki Nita yang ingin mencoba mendekatinya,agar bisa lebih leluasa berbicara.Mungkin.
Kesempatan untuk Nabila kabur terbuka lebar,dimana Nabila melihat pak Mario kewalahan menghadapi Nita yang terus mengajaknya berbincang sambil terus berusaha mendekati nya.
Nabila,tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada,dia dengan sigap membereskan alat tulisnya siap untuk pulang dengan berbagai macam rencana yang sudah dia susun dengan sebaik mungkin.
"Mau kemana kamu?".Baru saja Nabila hendak melangkah,suara pak Mario yang keras berhasil menghentikan langkah kaki Nabila.
"Mau kemana kamu?".Mario, menghampiri Nabila yang main pergi begitu saja padahal dia belum sempat menyampaikan sesuatu.
__ADS_1
Nabila,berbalik badan."Saya mau pulang pak".Nabila, tersenyum kaku.
Mario, mengerutkan keningnya dan menatap Nita yang tersenyum padanya."Pulang?, bagaimana dengan sahabat mu ini?,kau tega mau meninggalkan nya sendirian?".
Nabila, bergeleng kepala.Jelas dia tak bermaksud meninggalkan Nita sendirian di ruangan kelas berdua pula dengan pak Mario.Laki-laki yang bukan muhrim bagi Nita,yang kedekatannya saja bisa menimbulkan fitnah.
"Gak pak_".
"Gak?,tapi kamu berjalan dengan mengendap-endap seakan kamu dengan sengaja ingin meninggalkan Nita sendirian".Mario terus menyudutkan Nabila dan memprovokasi Nita.
Nabila bergeleng-geleng kepala,dia mencoba mendekati Nita agar tak terjadi salah paham diantara mereka berdua.
Nita,menghindar dari Nabila yang ingin mencoba mendekatinya dan menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka.Tapi,Mario yang pintar berdebat lebih pintar dari Nabila dan mulutnya yang lihai berdusta mengalahkan Nabila yang hendak menjelaskan.
__ADS_1
"Nit, dengarkan aku.Aku tidak bermaksud seperti itu,aku_".
"Cukup".Teriak Nita sembari menutup telinga nya dan terus menghindar."Aku tidak butuh penjelasan mu,cukup tau aku siapa tau diri mu yang sebenarnya".Nita melemparkan buku ensiklopedia tepat ke dada Nabila.Dia bergegas merapihkan alat tulisnya dan berlari menjauh dari Nabila.
Mario, tersenyum kaku dengan apa yang di lihatnya di depan matanya,adegan demi adegan penuh intrik drama tersaji bak tontonan gratis bagi nya dengan mengorbankan persahabatan Nabila dan Nita yang terjalin dengan sendirinya.
Nabila,berusaha mengejar Nita dan menjelaskan segala permasalahan yang berawal dari tuduhan pak Mario.
"Nit,aku mohon dengarkan penjelasan ku".Nabila,tak putus asa mengejar Nita yang berlari cepat seakan ingin menghindar darinya, padahal Nabila sendiri tak tau pasti apa permasalahannya yang pasti tuduhan itu hanya fitnah belaka.
Nita,tak peduli dengan usaha Nabila yang ingin menjelaskan, hatinya sudah terlanjur kecewa dengan sahabat karibnya yang dia percaya.Tapi,makin kesini mungkin benar apa yang di katakan oleh Nathan dan Noval.Wajah polosnya tak bisa di percaya.
Nita,melewati tempat Nathan latihan paskibra,melewati Noval yang berlatih jujitsu dan sederet keramaian dari aktivitas murid yang sedang melakukan ekstrakulikuler di sekolah dengan Nabila yang terus mengejarnya.
__ADS_1
"Nita,tunggu".Nabila kalah cepat dengan laju lari Nita yang menggunakan sepatu keluaran terbaru dan mahal berbeda dengan Nabila yang menggunakan sepatu usang dan bolong.