
Nathan tak henti-hentinya menganggu Nabila di sisa perjalanan menuju ruang perpustakaan dan bukan menuju ruangan kelas seperti yang Nathan duga.Nabila malah berbelok menuju perpustakaan, tempat dia berkreasi.
"Mau kemana?,kelas kita kesini bukan kesana?".Teriak Nathan memberitahu Nabila arah ruangan kelas mereka.
"Aku tahu".Sahur Nabila,ketus.
"Kalau tau,kenapa loe berjalan kesana?".Protes Nathan,mencoba mensejajarkan diri dengan langkah kaki Nabila.
Bukannya menjawab,Nabila malah terus berjalan seakan dia lelah menjelaskan apalagi harus berdebat dengan rival debat nya sendiri di pagi hari ini.
Tanpa banyak berbicara,Nathan mengikuti langkah kaki Nabila seiring dengan sikap Nabila yang acuh tak acuh.
"Oh jadi loe mau kesini".Ucap Nathan,tersadar begitu sudah ada di depan perpustakaan.
__ADS_1
Senyum simpul,Nabila layangkan.Sudah menjadi rahasia umum lagi bila Nabila sering keluar-masuk perpustakaan di pagi hari, istirahat dan juga pada saat pulang.Total ada sekitar 3 kali Nabila keluar-masuk perpustakaan,sudah seperti minum obat saja dia.
Nabila berjongkok untuk melepaskan ikat tali sepatunya di iringi oleh Nathan yang melakukan hal yang sama tanpa Nathan sadari,dia mengikuti apa yang Nabila lakukan.
Selesai ikat tali sepatu sudah terlepas dengan sempurna,Nabila mengeluarkan kunci dari tas punggung lusuh nya.Di buka nya pintu perpustakaan yang terkunci dan masuk ke dalam di ikuti oleh Nathan.
Nabila, meletakkan tas laptop nya dan juga tas punggungnya,tak banyak berbicara apalagi say hello.Nabila, langsung membersihkan ruang perpustakaan layaknya rumah sendiri dan aneh nya Nathan tidak banyak berbicara.Dia malah dengan santai nya duduk sembari bertopang dagu menyaksikan Nabila yang membersihkan ruangan perpustakaan dengan cekatan.
Tanpa sadar pula Nathan terus duduk menyaksikan Nabila melakukan apa yang sudah menjadi kebiasaannya tanpa banyak berbicara, tanpa protes apalagi meninggalkan Nabila yang tengah asyik merapihkan buku-buku di rak buku yang super megah dan luas.
"Apa loe kesini hanya untuk diam menyaksikan tanpa membantu?".Tanya Nabila membuyarkan lamunan Nathan yang tengah bertopang dagu.
Refleks Nathan,mengangguk.Toh,dia juga kesini bukan atas kesadarannya melainkan alam bawah sadarnya yang menuntun dia untuk terus mengikuti langkah kaki Nabila dan berakhir terjebak di ruangan perpustakaan.
__ADS_1
Nabila bergeleng-geleng kepala.Seharusnya dia tidak memberikan pertanyaan bodoh pada Nathan yang notabenenya selalu usil kepadanya dan bukan membantu.
Nabila,kembali melanjutkan kegiatannya daripada harus berdebat apalagi mendengar kata-kata yang menyakiti telinganya dari si songong, Nathan anumerta.
"Apakah kau setiap pagi selalu datang dan membersihkan perpustakaan?".Tanya Nathan, penasaran.
Nabila menghentikan kegiatannya dari merapihkan buku-buku dan menoleh kearah Nathan yang masih duduk manis di tempatnya semula.Nabila,tak bisa mempercayai apa yang dia dengar.Ini pertama baginya mendengar Nathan yang berkata lembur kepadanya ataukah hanya kebetulan saja.
Nabila,membuang pandangannya dan tak berniat untuk menjawab pertanyaan Nathan dan kembali melanjutkan aktivitasnya.Namun, tanpa terduga Nathan malah menghampirinya dan bertanya untuk kedua kalinya di jarak mereka yang terlalu dekat.
"Kalau di tanya?,yah jawab".Hardik Nathan,berbisik di dekat daun telinga nabila.
Jarak Nathan dan Nabila begitu dekat tanpa sekat.Nathan berdiri di belakang Nabila,amat dekat tentu tanpa Nabila sadari apalagi mengetahui pergerakan Nathan yang tiba-tiba berada di belakangnya.
__ADS_1