Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 202


__ADS_3

Suara Kokok ayam terdengar begitu nyaring bersahutan dengan suara alarm yang terus berbunyi membangunkan jiwa-jiwa yang masih terlelap tidur,tak terkecuali Nabila yang merasa terganggu dengan suara Kokok ayam di sertai dengan suara alarm yang terdengar begitu jelas.


"Arghh"Nabila,menggeliat dan merentangkan otot-otot.


Suara alarm itu membangunkan jiwa Nabila yang tengah asyik berada di alam mimpi dan terpaksa harus menerima kenyataan,dia di bangunkan oleh benda dan mahkluk hidup lainnya.


Nabila,menyibak selimut dan merapihkan tempat tidurnya sebelum beranjak ke kamar mandi dan melakukan sederet aktivitas lainnya.


"Apa yang aku lihat semalam hanya mimpi saja?".Nabila,teringat dengan pengumuman juara yang dia lihat semalam dan buru-buru mengecek laptopnya padahal dia hendak keluar kamar.


Nabila, menyempatkan diri mengecek laptopnya takut itu adalah hanya lah mimpi semata seperti yang sudah-sudah,dimana semua itu hanyalah impian dan harapan nya .


Dag-dig-dug,Nabila merasakan detak jantungnya yang terasa berdegup lebih kencang dari biasanya.

__ADS_1


Nabil,menutup matanya seiring dia sudah membuka aplikasi lomba menulis novel online di salah satu platform.Perlahan tapi pasti Nabila mulai membuka matanya dan meyakinkan diri sendiri bahwa itu semua bukan hanya sekedar mimpi.


"Bismillah.."Tak lupa Nabila mengucapkan salam dengan harapan itu memang benar-benar nyata.


Dan


Apa yang di lihat semalam oleh nabila memang benar adanya dan kali ini Nabila tak bisa lagi menahan segala keharuan dan keterkejutannya.


"Ahhhhh...Aku menang"Teriak Nabila yang membuat Nisa dan ibu martinah dengan segera bergegas masuk ke kamar Nabila dengan raut wajah yang penuh tanya sekaligus terkejut, mengalahkan keterkejutan nabila.


"Ada apa kak?".


Ibu martinah dan Nisa serempak menanyakan kepada Nabila yang berteriak histeris di pagi hari dan mengejutkan seisi rumah dan mungkin tetangga pun mendengar teriakan nabila.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari mulut Nabila,justru dia terlihat mematung sembari menatap layar laptopnya dengan menutup mulutnya seakan tak ingin lagi berteriak bak anak kecil bermain perosotan.


Ibu martinah dan nisa menghampiri Nabila dan ikut duduk bersama dengan Nabila yang melihat layar laptopnya sampai tak berkutik.


Di perhatikan dan si baca nya tulisan yang ada di layar laptop itu,ibu martinah menatap Nabila yang juga ikut menatapnya sembari mengangguk.


"Alhamdulilah"Ucap syukur ibu martinah tak henti-hentinya terus memeluk dan juga menciumi pipi anak sulungnya.Si kecil,Nisa meski tak mengerti tapi dia juga ikut memeluk kakaknya penuh dengan haru.


"Iya Bu,Nabila menang".Ucap Nabila,sembari meyakinkan ibu dan juga si kecil Nisa yang bahkan dia sendiri tidak mengerti apa-apa.


Ibu martinah melepaskan pelukannya dan menatap Nabila penuh dengan tanya, seakan dia juga tak bisa mempercayai apa yang di lihat dan apa yang dia dengar dari putrinya sendiri.


"Aku menang ibu, terimakasih atas do'a dan dukungan ibu kepada ku selama dan kau_"Nabila menatap si kecil Nisa."Terimakasih kau telah menjadi adik ku,semangat ku dan juga pelipur lara di kala kesedihan melanda hati".Jelas Nabila kepada adiknya,Nisa.

__ADS_1


Ibu martinah dan juga Nisa kembali memeluk tubuh Nabila sembari menangis penuh dengan keharuan sekaligus merasa bangga terhadap keberhasilan Nabila yang selama ini di tunggu-tunggu nya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.


__ADS_2