Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 82


__ADS_3

Nathan anumerta,si murid populer dengan prestasi yang mumpuni,aktif di sekolah dan memiliki wajah rupawan.Cukup untuk menjadikan nya murid pintar dan berprestasi,tapi itu semua ternyata tak cukup.Dimana kepintaran, kepopuleran ketampanan dan keaktifan nya di berbagai kegiatan sekolah harus terkalahkan oleh seorang Nabila kemala.


Harga diri dan kehormatannya seakan di hancurkan oleh gadis miskin yang beruntung bisa masuk ke sekolah favorit tanpa membayar biaya SPP sekolah dan lain hal nya karena dia mendapatkan beasiswa.


Keberuntungan tak cukup sampai disitu, ternyata Nabila juga berteman baik dengan Nita Edison,wanita cantik primadona sekolah dan putri dari konglomerat yang menjadi teman sekaligus malaikat pelindung bagi Nabila seakan menambah rasa benci di hati Nathan terhadap Nabila.


Tapi, keberuntungan ternyata tak selamanya selalu ada menghampiri mahkluk hidup, terbukti dengan kejadian tadi siang yang tanpa ada angin, tanpa ada hujan,kilat halilintar,tornado dan tsunami.Tiba-tiba sinyal keretakan persahabatan Nita dan Nabila seakan renggang,entah apa penyebabnya.


Nathan,yang semula ingin mencari angin dengan berkeliling pedesaan di suasana malam tanpa sengaja melihat Nita yang tengah duduk sendirian di sebuah taman dengan tatapan kosong sering nya melamun.


"Sekali mendayung,dua-tiga pulau terlampaui".Senyum penuh kelicikan menghiasi bibir nathan.


Dia bergegas turun dari mobil sport mewahnya,menuju tempat Nita duduk sendirian tiada yang menemani.

__ADS_1


Sayup-sayup Nathan mendengar ucapan Nita yang mulai meragukan Nabila dan mempercayai ucapan nya.


"Mungkin,memang benar apa yang di katakan oleh Nathan?".


"Kau sudah mengalaminya, seharusnya kau mempercayai nya dan bukan masih ragu". Nathan,menyambar ucapan Nita dan mulai memprovokasi nya.


Nita, terlihat terkejut dengan suara yang berasal dari arah belakangnya.Dia berbalik badan demi memastikan suara orang yang telah menimpali ucapan nya.


"Ngapain loe kesini?". Dengan nada ketus,Nita mengusir Nathan yang duduk tepat di sampingnya.


"Minuman gue".Gertak Nita,sembari merebut minuman kemasan dari tangan Nathan.


"Orang cantik kayak loe,ngapain duduk sendirian di taman yang sepi,malah hati,gelap pula".Ucap Nathan, berbasa-basi pada Nita yang cemberut.

__ADS_1


"Terserah gue".


"Loe gak takut di culik?". Nathan,berusaha mendekati Nita dan memprovokasi Nita agar lebih membenci Nabila.


Tanpa sepengetahuan Nita,Nathan melemparkan ponsel pintarnya ke pangkuan Nita.Alhasil,Nita harus bersusah payah menangkap ponsel pintar milik Nathan,takut dia di minta pertanggungjawaban nya atas kerusakan ponsel pintar milik Nathan yang sengaja di lemparkan kearah nya.


"Loe,gila yah?".Nita, berdiri sembari mengembalikan ponsel pintar milik Nathan,tapi di tolak oleh Nathan.


"Lihat!".Perintah Nathan pada Nita yang hendak mengembalikan ponsel nya.Dengan terpaksa,Nita menuruti perintah Nathan.


Deg


Nita,menatap Nathan yang duduk dengan santainya sembari merebut minuman kemasan miliknya dan menegak nya dengan sekali tegakkan, tanpa merasa bersalah pada Nita yang menatapnya dengan ragu.

__ADS_1


"Jangan terkejut".Nathan,menjeda ucapannya dan mengeluarkan sebungkus permen yang dia sembunyikan di saku bajunya."Kau pasti bertanya,apa hubungannya Nabila dengan pak mario?".Nathan,kembali menjeda ucapannya seakan dia mempermainkan perasaan Nita.


"Gue gak peduli".Gertak nita,sembari melempar ponsel pintar milik Nathan kearah Nathan dengan santainya seakan ponsel pintar itu barang sampah.


__ADS_2