Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 113


__ADS_3

Mario dan Nabila, keduanya sama-sama terdiam di tengah rintikan air hujan yang masih turun membasahi permukaan bumi, kedinginan menyerang tubuh mereka tapi tidak dengan hati Nabila yang mendadak panas mendengar pengajuan mario.


Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan perasaan Nabila terhadap Mario dan Nita selain kaya kecewa.Mario yang dia anggap sebagai guru dermawan,yang membantunya tanpa pamrih dan Nita yang selama ini menjadi teman baiknya, guardian angel dan bidadari tak bersayap nya tega memfitnahnya hanya demi seorang laki-laki dengan masa lalu kelam.


Mario, terlihat mengeluarkan sebuah kertas dari saku celananya, dengan hati-hati menyodorkan kertas itu ke hadapan Nabila.


"Kau ingat brosur ini?". Pertanyaan Mario, seakan mengalihkan perhatian Nabila menjadi beralih pada brosur yang sengaja dia sodorkan."Brosur ini pernah aku berikan pada mu saat aku menanyakan kondisi mu,brosur ini adalah kesempatan mu untuk mengubah nasib mu".Jelas Mario tanpa memperdulikan jawaban Nabila yang tetap membuang mukanya,tak menatap barang sejenak pun.


"Nabila,aku tau aku salah yang memberikan mu harapan dan bersikap baik tapi di luar itu aku hanya memanfaatkan mu atas usulan Nita_".

__ADS_1


"Memanfaatkan?".Nabila, terhenyak kaget,satu lagi fakta yang baru di ketahui dari bibir Mario sendiri,tanpa sadar dia telah membangunkan singa dalam tubuh Nabila."Memanfaatkan?".Nabila seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan,kedua manusia yang di anggap nya baik ternyata menyimpan iblis di dalam tubuhnya.


Nabila, menghampiri Mario yang tertunduk sembari menyodorkan brosur yang pernah dia berikan pada Nabila dengan harapan bisa mengubah takdir nya.


Dengan keberanian penuh,Nabila menatap Mario dengan tertunduk menyesali perbuatannya karena termakan hasutan Nita.


"Aku kira kau baik, ternyata iblis,aku kira kau tamu ternyata kau perampok".Gertak Nabila.


Nabila membuang muka,sembari bergeleng-geleng kepala.Dia pintar mencari solusi masalah orang lain tapi tidak dengan masalah nya sendiri.

__ADS_1


"Kau pikirkan saja sendiri,sementara aku akan tetap melanjutkan hidup ku,impian ku, cita-cita ku dan semua harapan ku dengan atau tanpa diri mu".Hardik Nabila,sembari berlalu pergi.


"Dengar Nabila ".Teriak mario."Kau memang akan melanjutkan hidup mu tanpa aku,satu pesan ku tetaplah semangat mengubah nasib.Kau anak pintar, berprestasi dan berhati baik.Jangan sampai cinta membutakan mu".Nasehat Mario sembari berteriak tanpa mencegah Nabila yang terus berjalan menjauhinya.


Dengan membawa rasa kecewa terhadap nota dan Mario yang berpura-pura bersikap baik dengan alasan tak pasti,lalu menjatuhkannya di saat dirinya tengah berjuang mengubah nasib nya dan keluarganya.


Nabila,tak lagi respect pada mario, bahkan menganggap guru pun tidak.Jauh dalam lubuk hatinya dia memang menyimpan rasa untuk guru dermawan nya,kendati mungkin memang dia juga menyimpan rasa untuk sahabat nya yang terlanjur menjilat ludah sendiri.


"Akan aku ingat nasihat mu sekaligus penghinaan diri mu terhadap ku".Gumam Nabila,sembari mengepalkan tangannya geram.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan kantong plastik berukuran besar dengan berisi dagangannya,Nabila terus berjalan dengan tujuan rumah dan bisa melihat orang-orang tersayang,ada dalam genggaman tangan nya.


Api semangat nya dalam mengubah nasib keluarga masih menyala,di kala terpaan angin yang berhembus dengan kencangnya siap memadamkan api semangatnya.


__ADS_2