Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 133


__ADS_3

Plak


Tanpa di sadari oleh Nathan,dia terus berdiri mematung hingga sebuah bola mengenai kepalanya dan menyadarkan dia dari lamunannya tentang Nabila yang membuatnya kagum lewat kegigihannya dalam memperjuangkan mimpi dan cita-cita nya.


"Anj****".Umpat nathan,sembari mengaduh kesakitan akibat hantaman bola yang cukup keras mengenai kepalanya.


"Sorry".Si pelaku meminta maaf dengan tidak tulus bahkan menyeringai lebar dan hendak mengambil bola yang tak sengaja mengenai kepala Nathan.


"Sorry...Sorry..Loe sengaja yah?".Nathan,menimpuk kepala si pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Noval.


"Hahaha...Hahaha...Hahaha..Lagian loe diem aja kayak patung pancoran".Sindir Noval, mengomentari sikap Nathan yang diam mematung sejak tadi.


Nathan,mendelik sebal.Dia yang telah berandai-andai dan mengkhayal harus di hentikan oleh sahabat karibnya sendiri yang tak tau situasi dan kondisi.

__ADS_1


"Mau kemana?".


"Mau ke Monas,cari kembaran loe".Sahut Nathan dengan ketusnya sembari melenggang pergi meninggalkan Noval yang bergeleng-geleng kepala terhadap sikap dan ucapan Nathan.


"Beginilah kalau sedang jatuh cinta,mata ngantuk jadi melotot.."Noval menyenandungkan sebuah lagu sindiran bagi Nathan yang tertangkap basah sedang jatuh cinta pada rival debatnya namun gengsi untuk mengakuinya sembari melenggang pergi.


...****************...


Dengan membawa api semangat,Nabila berjalan pulang dengan harapan dan rencana yang telah dia susun serapih serta sedetail mungkin, berharap hati ini tak mendapatkan lagi gangguan dari hama pengganggu nya yang selama ini terus mengusik kehidupannya.


Makaroni yang dia jual di lingkungan sekolah dengan jumlah besar telah habis terjual dengan keuntungan 100 ribu,lebih besar dari hari-hari sebelumnya.


Rencananya hati ini Nabila ingin membeli laptop second dengan harga murah namun masih layak di pakai.

__ADS_1


Nabila, berjalan kaki dengan terburu-buru seperti di kejar waktu memburu hal yang pasti sudah dia rencanakan dan menjadi cikal-bakal mimpinya yang bisa dia raih.


"Bismillah,semoga ada rezekinya".Gumam Nabila,tak putus berdo'a dan berharap.Namun,sebelum pulang Nabila pergi terlebih dahulu ke trotoar jalan untuk mengecek situasi dan kondisi keadaan di lapangan dengan harapan banyak kendaraan yang berlalu-lalang.


Berjalan dengan menempuh puluhan kilometer dari sekolah menuju trotoar tempat Nabila menjual kopi hangat dengan harapan bisa menambah sedikit tabungannya dengan berjualan tambahan.


Harap-harap cemas Nabila mengetahui kondisi jalanan yang sering berubah dan tak menentu, seperti hatinya yang plin-plan menentukan pilihan hati.


"Pria itu?".Nabila,kembali di kejutkan oleh sesosok pria misterius yang kemarin pernah menemaninya enyah itu emang pikiran Nabila terhadap pria yang memakai Hoodie hitam,celana hitam,topi yang menutupi wajahnya,tak lupa memakai masker tengah berdiri mematung sembari menatap kendaraan yang berlalu-lalang dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku hoodie,menambah k dan misterius bagi si pria itu.


Hati-hati sekali Nabila melangkah,takut menimbulkan bunyi nyaring sehingga mengacaukan rencananya tanpa sadar Nabila menaruh curiga pada pria misterius itu.


Deg

__ADS_1


Lagi-lagi kejutan datang menghampiri hidup Nabila,dari pagi hingga sekarang dia seakan di berikan kejutan oleh sang pencipta untuk dirinya dengan kepribadian tangguh dan pantang menyerah.


__ADS_2