Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 223


__ADS_3

Lama Nabila menatap Mading perpustakaan yang menjadi cikal-bakal dirinya mulai mahir menulis karya fiksi dan sekarang dia memenangkan lomba menulis novel online dengan perjalanan yang berliku-liku dan perjuangan yang amat berharga bagi nabila.


"Bismillah".Nabila mulai menempelkan kertas HVS yang berisi karya fiksi nya di dalam Mading perpustakaan dan menghiasi kolom Mading yang sebagian nya masih kosong dan sebagiannya lagi tertempel karya-karya fiksi Nabila yang masih ada bahkan tertata dengan rapih nya dari part sebelumnya sampai part yang terakhir Nabila tulis kan sebagai akhir dari sebuah ceritanya dalam mengungkapkan segala keluh kesah, menuangkan ide gagasannya dan juga sederet pengalamannya dia jadikan menjadi sebuah cerita.


Nabila,kembali menatap Mading perpustakaan untuk terakhir kalinya sebelum dia beranjak pergi untuk memberikan kabar yang membahagiakan untuk adik dan ibunya di rumah setelah melewati berbagai macam perjuangan bersama.


...****************...


Tak terasa sudah 8 bulan sejak kemenangan itu telah di umumkan bahkan nabila,ibu martinah dan Nisa telah menikmati kemenangan Nabila atas segala jerih payahnya.

__ADS_1


Sesuai janji Nabila yang ingin mengangkat derajat orang tuanya dan membawa Nisa dan ibu nya keliling kota bahkan dunia,Nabila wujudkan satu persatu hanya satu yang belum Nabila bisa wujudkan yaitu,mengenyam pendidikan di strata 1 sebab Nabila masih harus berjuang menyelesaikan ujian nasional nya,sebelum bisa menempuh pendidikan lebih tinggi dengan beasiswa yang sudah ada di depan mata.Tak lupa Nathan,juga menjadi penghalang terbesar bagi Nabila yang ingin mewujudkan segala impian nya dengan terus bersaing dengan nya.


Nathan,menatap Nabila sebelum masuk ke ruangan kelas yang menjadi tempat pertarungan terakhirnya bersama dengan Nabila dan mungkin esok lusa,dia dan Nabila tidak akan pernah bertemu lagi dan bahkan untuk beberapa waktu yang tidak bisa di tentukan.


Nathan dan Nabila memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang berbeda-beda itu sebabnya Nathan meyakini dia dan Nabila tidak akan bertemu dengan waktu yang relatif dekat.


"Sudah puas loe menganggu hidup gue?".Tanya Nabila, seakan mengerti dengan tatapan Nathan yang ingin mengucapkan salam perpisahan.


"Sampai kapanpun gue tetep bakalan gangguin hidup loe, sekalipun gue beda alam sekalipun".Sahut Nathan,tersenyum penuh arti dan melenggang pergi meninggalkan Nabila yang masih asyik membaca referensi buku latihan ujian nasional.

__ADS_1


Nabila,memutar matanya jengah.Sudah bukan hal aneh lagi Nathan menganggu hidupnya kendati Nathan akan berada jauh darinya dengan membawa impian dan juga cita-cita yang berbeda bahkan hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan ujian nasional sekaligus hari terakhir pertemuan mereka sebab tepat esok hari Nathan akan bertolak keluarga negeri untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi lagi.


"Selamat tinggal, selamat bertemu kembali di lain waktu".Gumam Nabila,sembari ikut masuk ke dalam ruangan kelas menyusul Nathan yang sudah lebih dulu masuk ke ruangan perpustakaan.


Hari demi hari terus terlewati.Nathan dan Nabila benar-benar sudah sibuk dengan rutinitas nya masing-masing demi sebuah impian dan juga cita-cita yang ingin mereka raih.Tak terkecuali Nabila, yang sudah mendapatkan beasiswa masuk ke salah satu perguruan tinggi ternama dan favorit sesuai dengan keinginan dan harapan nya, meninggalkan Nathan yang sudah lebih dulu bertolak ke luar negeri tepat sehari setelah ujian nasional rampung terlaksana dengan sedikit intrik drama.


...---------...


Hai guys bagaimana kelanjutan cerita Nabila dan Nathan?,yuk terus update kelanjutan dengan mengikuti akun Facebook Rsania @

__ADS_1


__ADS_2