
Nabila,asyik menuliskan beberapa rangkaian cerita dalam karya fiksi nya yang dia tulis melalui buku diary yang sudah dia sudah menjadi buku novel,tak di pungkiri oleh nya setiap kejadian demi kejadian menimbulkan ide untuknya terus berkarya kendati kejadian itu sangat memilukan untuknya.
Melalui menulis karya fiksi pula,Nabila bisa melupakan sejenak kejadian yang baru di alami nya.Di mana dia telah di tuduh sebagai sahabat yang tidak setiakawan dan juga ingin menjebak sahabatnya sendiri, semua tuduhan itu terlalu menyakitkan untuk nabila.
Nita,yang terlalu mempercayai ucapan pak Mario dan pak Mario yang telah tega memfitnah nya,dia tuangkan dalam sebuah karya fiksi tak lupa juga angan-angan dan impian nya yang telah berhasil membuat sebuah mahakarya.'Gadis miskin dan mimpinya 'adalah judul karya fiksi terbaru yang terjadi Nabila tulis di kala masalah demi masalah datang menghampirinya.
Dengan cahaya lilin yang menerangi ruangan dan menemani perjalanan menulis karya fiksi,Nabila terus menorehkan rangkaian kata demi kata hingga menjadi sebuah karya yang bisa menghibur hatinya dan juga pecinta kaya fiksi.
Pikiran Nabila terhenti sejenak,kala pikiran nya sibuk merangkai kata, melupakan sedikit perasaan nya dan banyaknya diam melamun sembari teringat kejadian tadi siang.
"Nathan".Nabila, teringat akan wajah Nathan yang datar namun sempat tersenyum entah apa yang membuatnya tersenyum kala dia tak sengaja melewati tempat latihan paskibra Nathan.
__ADS_1
Nabila,beranjak dari kursi kayu, tempatnya belajar dan merogoh tas punggungnya.Disana terdapat ponsel jadulnya tergeletak jarang tersentuh oleh tangan halus Nabila.
Di ketik nya sebuah aplikasi beserta dengan nomer tujuan,disana tertera nomer ponsel Nathan yang tak sengaja Nabila simpan sebagai formalitas saja.
Tut...Tut...Tut...
Suara dering telpon terdengar nyaring nya dan suara operator menutup panggilan Nabila tanpa kepastian.
Nabila,menatap ponselnya yang hanya mengeluarkan suara operator,Nathan tak menjawab panggilan telpon nya bahkan suara operator itu menambah kecemasan hati Nabila,dimana nomer ponsel yang Nabila hubungi tak dapat di hubungi.
Nabila,terus mondar-mandir gelisah tak karuan,dia di Landa kecemasan hingga dia lelah sendiri mencemaskan sesuatu yang belum pasti dan berharap itu tidak akan pernah terjadi untuk persahabatan Nabila dan Nita yang hampir mustahil untuk di pisahkan.
__ADS_1
"Ternyata mulut mu,harimau mu dan setajam-tajam nya silet lebih tajam dari mulut memang benar adanya".Gumam Nabila,sembari beranjak ke tempat tidurnya yang berupa tikar gulung yang sengaja dia bentangkan untuk alas tidurnya.
"Huh".Nabila,meniuo lilin sebagai cahaya penerang di gelapnya malam, seiring dengan matanya mulai mengabur.
...****************...
Nita,tak bisa mempercayai apa yang di lakukan oleh Nabila terhadapnya.Dua tahun sudah dia membela Nabila dengan mempertaruhkan harga diri dan kehormatan nya sebagai putri konglomerat yang berteman dengan gadis miskin yang gigih dalam berjuang.
Ingatan demi ingatan menghiasi pikiran Nita yang kalut, bertemakan malam yang sepi di sebuah taman pedesaan tak jauh dari tempat tinggalnya.
Dia pikir Nabila,berbeda dengan orang kebanyakan, nyatanya sama aja.Muka polosnya seakan menutupi keburukan dan kebaikannya kembali di manfaatkan oleh seorang gadis miskin yang beruntung bisa sekolah di sekolah favorit dengan penghuninya kebanyakan dari kalangan atas.
__ADS_1
Ucapan Nathan, terus terngiang-ngiang dalam ingatan nya."Mungkin dia benar".Gumam Nita,masih percaya dan tidak percaya dengan apa yang sudah dia alami sendiri.
"Kau sudah mengalaminya, seharusnya kau percaya bukan masih ragu".