Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 16


__ADS_3

Pak mario,menatap murid kelas satu persatu dengan tatapan tajam.Kelas berubah menjadi hening dan suasana mencekam bak berada di kuburan hening dan sepi.


Semua murid tak ada yang berani mengangkat wajahnya,menatap wajah pak Mario yang biasanya bersahabat dan tak boring untuk di lihat.Tapi,kali ini suasana nya agak berbeda dengan hari-hari yang dulu.


Nabila,si pintar dan cerdik jelas dia merasa bersalah akan perubahan sikap pak Mario.Hanya Nathan saja,yang bersikap acuh sembari terus memain-mainkan ballpoint nya.Boring,bagi Nathan.


Pak Mario,duduk kembali di mejanya dan merapihkan beberapa buku mata pelajaran yang dia bawa.Memulai pelajaran yang seperti biasa selalu menggunakan metode diskusi dan debat.


Pak Mario, seperti biasa menyerahkan kelompok dan juga anggota nya pada masing-masing murid dengan begitu dia tak perlu repot-repot mengatur.Baginya, biarkan mereka belajar mandiri dan mengatur nya sendiri.


Nita dan nabila selalu berada dalam satu kelompok,sedang Nathan dan Noval mereka juga seperti kembar Siam tak bisa di pisahkan.Hanya,yang membedakan kali ini Nabila tak bersemangat dan tak bergairah melakukan debat yang sudah menjadi keahlian dan favoritnya.Pikirannya dan hatinya terus tertuju pada orang rumah.


"Nabil".Sentak Nita.

__ADS_1


Nabila, terlonjak kaget dengan tepukkan tangan nita di pundaknya.Dia memang sedari tadi terus melamun,tak fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.


Nita lah yang memilih sendiri anggota debat tanpa melibatkan dirinya apalagi berdiskusi terlebih dahulu.Semua di lakukan oleh Nita seorang.


"Kamu ada masalah apa?".


Nabila, tersenyum.Menyangkal tuduhan Nita,lebih tepatnya berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


"Gak papa kok,mungkin aku kurang tidur akhir-akhir ini".Sahut Nabila,menepis segala praduga Nita.


"Insha Allah".Nabila memberikan ulasan senyum nya pada Nita yang terlihat seperti meragukan dirinya.


Nabila dan Nita berada di urutan ke-3,jauh berbeda dengan kelompok Nathan yang selalu berada di urutan pertama.Hal ini pula menandakan kelompok Nabila dan Nathan tak bisa menjadi lawan debat.

__ADS_1


Nathan,mendesah kecewa.Dia yang sudah optimis mengalahkan Nabila yang terlihat dengan jelas dia tak fokus belajar sehingga mudah di kalahkan.Nyatanya keberuntungan selalu berada di pihak Nabila.


Tak terima,Nathan menghadap pak Mario untuk di lakukan pengocokan ulang dalam menentukan urutan kelompok.


"Pak,saya tidak terima dengan hasil pengocokan urutan kelompok".Kata Nathan, melayangkan Protes nya pada pak Mario


Mario,yang tengah mengatur materi pokok yang harus di debat, mendongakkan kepalanya menoleh kearah Nathan yang protes terhadap urutan debat.


"Kenapa kamu tidak terima?, hasilnya sudah keluar dan tak bisa di ganggu gugat".


"Ulangi lagi,aku gak mau tau aku harus debat dengan kelompoknya Nabila.Pokoknya harus".Kata Nathan memberikan ancaman dan intimidasi nya pada gurunya sendiri.


Mario, tersenyum simpul.Nathan selalu ingin berdebat dengan Nabila padahal dia tau dirinya tak pernah menang debat dengan Nabila,dari sekian ratus kesempatan pun tetap Nabila yang menjadi pemenangnya.

__ADS_1


"kau sudah tau sering kalah,masih berusaha mencoba".


"Gak ada yang salah dan bapak jangan mematahkan semangat orang lain".Nathan terus saja mencoba bernegosiasi dengan pak mario.Tapi,tetap jawabannya sama.Nabila dan Nathan tak bisa menjadi rival debat di mata pelajaran kali ini.


__ADS_2