Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 86


__ADS_3

Dengan mengucapkan bismillah dan do'a restu dari ibu martinah,Nabila siap menjual barang dagangannya di lingkungan sekolah yang sebagian nya di titipkan pada ibu kantin


Di sela-sela perjalanannya menuju sekolah,Nabila tak lupa menawarkan barang dagangannya pada masyarakat sekitar yang kebetulan berlalu-lalang hanya sekitar untuk jalan-jalan pagi atau memang ada aktivitas lainnya.


"Makaroni nya,Bu".Tawar Nabila,mencoba peruntungan dengan menawarkan dagangannya pada masyarakat sekitar.


Tak sedikit yang menolaknya,namun tak sedikit pula yang membeli dagangan nabila yang mana diantaranya merasa iba akan nasib hidupnya.


Lagi-lagi karena faktor kasihan yang mempengaruhinya,telinga Nabila bahkan tak sengaja menangkap suara ibu-ibu yang membeli dagangannya karena iba dan bukan karena ingin membeli dagangannya.


"Kasihan yah Nabila,harus berjualan di tengah kesibukan belajarnya".


"Iya,tapi saya salut dengan perjuangannya".

__ADS_1


Kasak-kusuk yang mengasihani Nabila begitu terdengar riuh rendah di pendengaran Nabila yang tajam


Nabila,yang sudah melayani pembeli lantas pergi dengan tak lupa memberikan ulasan senyuman manisnya dan tak lupa berterima kasih pada pembeli yang iba dengan kehidupannya.


Dalam rasa sedih dan keresahan hati,Nabila melanjutkan perjalanan nya menuju sekolah tanpa dia ketahui tepat di belakangnya sebuah mobil keluaran terbaru tengah mengintainya dengan terus berkendara di belakang Nabila.


Tid...Tid...Tid


Nabila,terlonjak kaget dengan suar klakson mobil yang di bunyikan secara keras dan nyaring hingga hampir kantong plastik betisi dagangan nya terlempar saking terkejutnya Nabila,yang beruntung nya pegangan tangan nya kuat memegang kantong plastik betisi dagangan nya.


"Itu kan_".Belum sempat Nabila menyelesaikan ucapannya,si pengemudi mobil yang sebelumnya telah memarkirkan mobilnya di bahu jalan yang tepat berada di depan Nabila, tiba-tiba turun dengan begitu anggunnya.


Pengemudi itu dengan santainya berjalan menghampiri Nabila yang menatap tak percaya pada si pengemudi yang turun dengan sombong nya menuju kearah nya.

__ADS_1


"Pagi,Nabila Kemala si pengkhianat".Sindir si pengemudi mobil itu dengan melontarkan kata-kata hinaan dan tak bersahabat.


Nabila,baru tersadar akan pengemudi yang berdiri tepat di depannya, seakan menantang dirinya yang menatapnya tanpa berkedip.


"N-ni-ni-ta". Dengan gugupnya,Nabila terbata-bata mengucapkan nama sahabat karibnya.


Nita,tersenyum mesem."Iya aku,kenapa?,kau tak percaya dengan apa yang aku lakukan?,sama tak percaya nya dengan aku terhadap pengkhianatan mu". Lagi-lagi Nita melayangkan kata-kata pedas dan menohok pada Nabila yang berdiri mematung dengan menenteng kantong plastik berukuran besar.


Nita,menatap sinis pada Nabila yang menggunakan seragam lusuh dan menguning,belum lagi tas punggungnya yang banyak bolong-bolong nya, jilbab putih yang menguning dan rok yang terlalu panjang,amat menyedihkan terlihat bagi sebagian orang yang iba terhadap nabila.


Tangan kanan dan kirinya menenteng plastik berukuran besar dan wajahnya yang pucat menambah daftar keprihatinan bagi Nabila,tapi tidak bagi Nita yang terlanjur termakan hasutan fitnah Mario terhadap nabila.


Nita,mendelik seakan baru tersadar selama 2 tahun terakhir ini dia bersahabat bahkan membela gadis miskin dengan penampilan lusuh nya.

__ADS_1


"Sayang". Tatapan Nita, terhenti kala seseorang berteriak dengan mesranya memanggil dirinya yang tengah mengamati Nabila yang berdiri sembari menunduk malu.


__ADS_2