
Nabila menatap laptop yang ada di dalam genggamannya,dan mengelus benda tipis berbentuk persegi itu seakan teringat kembali akan perjuangan nya dalam mendapatkan benda berharga yang selama ini dia inginkan demi menunjang segala impian dan cita-cita nya.
Nabila, memberanikan diri untuk menatap guru yang telah dengan suka rela memberikan motivasi dan kata semangat diantara teman-temannya yang menjauhinya dan bersikap bullying terhadapnya.
"Iya Bu".Sahut Nabila, bergeleng-geleng kepala secara perlahan.
Ibu guru melati membuang napas kasarnya,lega sekaligus bangga terhadap murid penuh prestasi yang pantang menyerah demi meraih cita-citanya.
Ibu guru melati mengenggam dan mengelus lengan Nabila penuh dengan sayang seakan tengah menyalurkan energi positif untuk murid tangguh nya.
__ADS_1
"Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan,maka jangan biarkan jari-jemari berhenti untuk menari-nari diatas keyboard untuk merangkai kata demi kata_".Ibu guru melati menjeda ucapannya dan menatap Nabila yang malu-malu menatap dirinya, seakan tak mengerti apa yang di ucapkan nya.
"Kau cukup paham untuk memaknai ucapan ku,Nabila".Ucap ibu guru melati,menepis segala keraguan dan juga kebingungan Nabila.
Ibu guru melati tak melanjutkan lagi nasehatnya, justru dia malah membiarkan Nabila menebak-nebak sendiri rangkaian kata nasehat dari gurunya yang belum usai dan malah memutuskan untuk pergi di tengah kebingungan Nabila yang semakin menjadi.
Nabila, hanya bisa menatap kepergian ibu guru melati dengan raut wajah penuh kebingungan,tak mengerti maksud dan perkataan yang di lontarkan oleh ibu guru melati.
Nabila,bergegas mengambil tas punggung lusuh nya,tak lupa laptop barunya yang selalu berada dalam pangkuannya terus dia bawa sembari membawa motivasi dan semangat untuknya meraih cita-cita dan impian nya, membuktikan dan menepis segala keraguan dari orang-orang yang memandang nya lemah, terutama dia harus bangkit dari rasa sakit akibat rasa cinta.
__ADS_1
Yah,nabila menyadari pak Mario mencintainya, begitu pun dengan dirinya yang mulai merasakan rasa sakit akibat mendengar pengakuan pak Mario yang hendak di jodohkan.
Nabila bergegas keluar perpustakaan,tak lupa memberikan salam pada penghuni perpustakaan,dan bergegas memakai sepatu lusuh nan usang nya.
"Come on, nabila.Lupakan masalah cinta dan mulailah menatap masa depan mu".Nasehat dan motivasi Nabila berikan untuk dirinya sendiri.
Nabila berjalan cepat membelah jalanan yang semakin sore malah semakin ramai orang yang tengah melakukan kegiatan ekstrakurikuler,ada juga segerombolan anak-anak yang tengah bermain-main di area sekolah.
Nabila, seakan mendapatkan semangat baru demi meraih segala impian dan cita-cita nya berkat nasehat ibu guru melati,guru penjaga perpustakaan yang terpaksa harus meninggalkan nya di tengah nasehatnya yang belum usai.
__ADS_1
Bukan rahasia umum lagi,jika ibu guru melati selalu bersikap baik dan bahkan sering memberikan tugas dengan memberikan upah pada Nabila dengan dalih Nabila termasuk murid rajin dan pintar.
Nabila, seakan melupakan rasa sakit nya akan perasaan cinta yang menjalar dalam hati nya dan mulai melupakan keberadaan pak Mario yang keberadaannya tak dapat lagi Nabila ketahui apalagi harus mencari tau.