Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 158


__ADS_3

Terbangunkan oleh suara Kokok ayam yang terdengar cukup nyaring dan jam alarm yang terus berbunyi, membangunkan jiwa-jiwa yang terlelap tidur dan kembali tersadar dengan rangkaian aktivitas yang sudah ada di depan mata.


Nabila,tak perlu membutuhkan waktu untuk mendengarkan suara alarm yang terus berbunyi,bak Omelan tetangga yang tak ada habisnya dan kata-kata Nathan yang begitu menyakiti telinganya.


Semangat Nabila lah yang membawa dia dan menuntun tubuhnya reflek tersadar dari alam mimpi yang memabukkan.


Begitu Nabila terbangun,ibu dan adiknya sudah tak ada di dalam kamar.Nabila tak merasa aneh lagi kepada sang ibu yang bangun lebih awal dan tidur lebih lambat,hanya pada si kecil Nisa.Nabila merasa heran.


"Apakah Nisa ikut bangun pagi?".


Pertanyaan Nabila,di jawab dengan suara cempreng bin melengking dari si kecil Nisa yang masuk ke dalam kamar dan mencoba membangunkan sang kakak dari alam yang berbeda.


"Selamat pagi, selamat beraktivitas kakak ku sayang".Teriak Nisa sembari masuk ke dalam.

__ADS_1


Nabila, sampai-sampai harus menutup telinga nya lebih dalam sebab teriakan Nisa yang keras dan menggelegar mengalahkan petir di siang bolong.


"Cukup dek, hentikan".Kelakar Nabila,yang berusaha menghentikan teriakan Nisa,tapi si kecil Nisa tak mau mendengar.


"Ayo kak,bangun.Ibu sudah menyiapkan sarapan yang terenak dan terlezat mengalahkan makanan terlezat di seluruh dunia".Bual Nisa,sembari menarik tangan Nabila agar mengikutinya keluar.


Nabila, hanya bisa bergeleng-geleng kepala sembari mengikuti Nisa keluar kamar menuju tempat yang katanya terdapat makanan enak dan terlezat bahkan makanan terlezat di seluruh dunia pun kalah dengan makanan yang di masak langsung oleh tangan lembut namun kasar,ibu martinah.


Jika,menurutkan kata hati ingin rasanya Nabila tertawa terbahak-bahak demi melihat makanan yang di sebutkan oleh adiknya sebagai makanan terlezat di seluruh dunia.Tapi,dia mencoba untuk menahan diri.


Bagaimana lah Nabila tak ingin tertawa,sedang yang tersaji di depan nya adalah tak lain dan tak bukan telur dadar kesukaannya beserta dengan nasi hangat.


"Duduk lah kak,dan selamat menikmati".Ucap Nisa,sembari mendudukkan sang kakak.

__ADS_1


Nabila,menuruti setiap perintah Nisa yang dengan polosnya malah menyebut makanan sederhana ini sebagai makanan terlezat dan terenak di seluruh dunia.


Tak cukup sampai disitu aksi polos Nisa,dia juga menyuapkan nasi ke dalam mulut Nabila dan Nabila yang membuka lebar mulutnya kala tangan mungil Nisa mencoba menyuapkan nasi ke dalam mulut Nabila.


"Enak kan?".Tanya Nisa, setelah Nabila mengunyah makanan yang di suapkan oleh Nisa.


Nabila, menganggukkan kepala.Emang benar enak dan lezat meski menu sederhana namun di buat oleh tangan yang luar biasa.


"Enak dek".Sahut Nabila,sembari mengunyah makanan yang di suapkan oleh Nisa.


Nisa tersenyum,kala sang kakak melahap nasi hangat beserta dengan telur dadar yang tersaji di buat khusus oleh sang ibu.


Nisa juga ikut melahap makanan yang di buat langsung oleh sang ibu sebagai menu sarapan mereka yang lazim nya terhidang hampir di setiap harinya,jika pun itu uang mereka cukup untuk membeli telur untuk mereka sarapan pagi bersama.

__ADS_1


__ADS_2