Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 183


__ADS_3

Dugaan Nabila benar,dimana Nisa dan ibu martinah tengah berdiri di ambang pintu sambil sesekali melihat kearah jalanan, berharap sang anak yang di tunggu nya,pulang dengan selamat tanpa ada satu kekurangan pun.


Si kecil Nisa bahkan dengan rela harus absen pergi ke musholla demi melihat langsung dengan kepalanya sendiri, kakaknya pulang dengan selamat.


Dalam hati,nabila merasa tak enak hati karena telah menimbulkan kecemasan kepada orang-orang rumah yang menunggu nya pulang.


Ingin rasanya Nabila menangis sesenggukan sembari berhambur memeluk mereka dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja,tapi itu tak sampai di lakukan Nabila yang tak ingin membuat keduanya malah semakin mencemaskan nya.


"Assalamu'alaikum...Aku pulang".Teriak Nabila,memecah kecemasan diantara Nisa dan ibu martinah.


Keduanya sampai menoleh kearah sumber suara yang mereka tau itu adalah nabila.Si kecil bisa bahkan sampai berlari sambil merentangkan tangannya.

__ADS_1


"Kakak.."Teriak Nisa,senang dengan kedatangan kakaknya yang di nantikan dan di cemaskan.


Nabila,memeluk tubuh mungil adiknya dan di balas oleh si kecil Nisa dengan teramat mesranya.Nabila,tak henti-hentinya mencium kedua pipi Nisa dengan gemas nya.


Ibu martinah, menghampiri kedua anaknya dengan perasaan cemas yang masih menghantuinya.


"Nabil,kenapa kau baru pulang?,ada apa yang sebenarnya terjadi?".Ibu martinah terus mengintrogasi Nabila tanpa Nabila bisa mengatur ritme napasnya,di suruh masuk pun tidak.


Nabila, melepaskan pelukannya dan menghampiri ibu martinah yang tiada hentinya bertanya kepadanya tentang alasan dia pulang lebih lambat dari biasanya dan membuat orang rumah mencemaskan nya.


Tanpa membantah,ibu martinah mengikuti arahan Nabila yang menggiring nya dan bisa masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Maafkan aku yang pulang lebih lambat dari biasanya".Ucap Nabila,mengawali alasannya pulang terlambat.


Ibu martinah,duduk di sebelah Nabila dan menatap lekat pada sang putri yang akan menjelaskan di balik dia pulang terlambat bahkan tak biasanya.


"Maafkan aku by,aku terlalu asyik menulis novel hingga lupa waktu".Jelas Nabila,tanpa tedeng aling-aling, langsung to the point.


Ibu martinah,bernapas lega.Segala kekhawatiran nya tak terbukti, ternyata sang putri terlalu bersemangat dalam mengejar cita-cita dan impian hingga lupa waktu.


"Yah sudah lain kali jangan di ulangi dan yah, segeralah kamu mandi dan makan.Ingat,cukup sekali ini saja yang terjadi dan tak ada lagi yang ke-2,ke-3 dan seterusnya".Nasehat ibu martinah di sertai dengan peringatan.


Nabila, tersenyum.Hapal betul dengan tabiat ibunya yang tidak seperti ibu-ibu kebanyakan.Dimana,mereka akan mengomel panjang,lebar kali tinggi bila mendapati anaknya pulang terlambat atau mungkin melakukan kenakalan yang lainnya.

__ADS_1


Tanpa di suruh dia kali pun,Nabila langsung bergegas mandi untuk membersihkan diri sebelum dua makan malam bersama dengan ibu dan adiknya,tentu dengan menu yang sederhana namun terasa nikmat bila di lakukan dengan orang-orang terkasih.


Hanya satu yang Nabila pikirkan adalah sikap Nathan tadi yang mendadak diam membisu kala dirinya dengan spontan meletakkan tangan nya di bibir Nathan kala Nathan terus mengoceh tak karuan di saat dirinya tengah bersiap untuk pulang dengan tergesa-gesa.


__ADS_2