
"Hiks..Hiks..Hiks".Suara tangisan yang memekakkan telinga begitu terdengar nyaring menyambut kepulangan Nabila.
Tak perlu berpikir panjang,Nabila lari terbirit-birit menghampiri suara tangisan yang berasal dari kamar sebelah.
"Ada apa?".Tanya Nabila, khawatir.
Nisa,si bocah lugu dan manis tengah menangis sesenggukan di pojok kamar dengan posisi duduk memeluk lututnya.
"Hiks..Hiks..Hiks.."Suara tangisan itu malah semakin keras,kala Nabila menghampiri nisa yang terduduk memeluk lututnya.
Nabila,memeluk tubuh ringkih adiknya."Kenapa dek?" .Tanya Nabila begitu lembut nya,sembari mengelus punggung Nisa.
"Kak...Kak".Nabila berkata terbata-bata, suaranya timbul tenggelam antara Isak tangis dan suara nya yang kecil.
Nabila,semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Nisa yang semakin menjadi-jadi.Menangis dengan begitu kencangnya.Sengaja Nabila membiarkan Nisa menangis sesenggukan sembari menenangkan nya, baginya biarkan dia menumpahkan perasaannya lewat air mata.
Nabila, merenggangkan pelukannya dan menghapus jejak air mata Nisa."Kenapa dek?".Tanya Nabila,lembut.
Si kecil Nisa,menangis tersedu-sedu hingga dia kesulitan untuk bernapas seperti punya penyakit asma saja dia.
__ADS_1
Nabila, dengan sabar menanti jawaban dari adiknya yang tak henti-hentinya menangis.Sangat beruntung nisa menangis tidak di sertai dengan amukan khas anak kecil yang umumnya terjadi.
Nisa,memeluk tubuh kakaknya rasanya dia tak kuat lagi menahan rasa pening di kepalanya akibat terlalu lama menangis.
"Kenapa dek?".Tanya lembut Nabila,tak henti-hentinya mengelus punggung Nisa.
"Aku gak di ajak main sama teman-teman karena gak punya sepeda".Kata Nisa, menjelaskan alasan di balik dia menangis.
Nabila, menghela napasnya.Faktor ekonomi ternyata mempengaruhi anak-anak dalam melakukan bullying dan mirisnya itu di lakukan oleh anak seusia Nisa.
Nabila, merenggangkan pelukannya.Menatap sang adik yang sepertinya kelelahan, mukanya sayu dan juga matanya yang semakin sipit.
"Maafkan kakak yah dek, maaf".Sesal Nabila,mengelus pipi Nisa penuh dengan sayang.
Nabila,kembali memeluk tubuh munggil yang sama munggil nya seperti dirinya.Memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk adik kecilnya.
Brak
Di saat itu pula terdengar suara seperti orang yang jatuh dari arah kamar mandi.Nabila, melepaskan pelukannya dan berlari kearah sumber suara di ikuti oleh nisa.
__ADS_1
"Ibu".Teriak Nabila kalap.Bagaimans tidak?,sedang sang ibu tengah terbaring di lantai dengan busa sabun ada dimana-mana.
Panik dan cemas,membuat Nabila tak pikir panjang untuk meminta bantuan tetangga di sekitar rumahnya.
"Mau kemana kak?".Tanya Nusa ketakutan,sembari memegang ujung bahu Nabila.
Nabila, berjongkok memeluk tubuh Nisa.Sekali lagi kesabaran nya harus di uji dengan rentetan kejadian yang memilukan.
"kita harus menolong ibu,dek".Kata Nabila, menenangkan.
Nisa, menganggukkan kepala paham dengan maksud sang kakak.Nabila dan Nisa berlari keluar meminta pertolongan warga sekitar.
"Tolong...tolong..Tolong ibu saya".Teriak Nabila panik,di ikuti oleh nisa yang kembali menangis.
Mendengar teriakkan minta tolong Nabila tak sedikit warga berbondong-bondong menghampiri Nabila yang berteriak frustasi.
Tak butuh lama warga, mengerubungi rumah nabila mencari tau apa yang terjadi di rumah gubuk itu.
"Ada apa ini,Nabila?".
__ADS_1
"Tolong ibu".Pinta Nabila,sembari menangis sesenggukan.
Warga yang datang langsung meminta Nabila menjelaskan rincian kejadian tapi Nabila malah menyuruh warga untuk membantu ibunya memapah ibunya ke kamar .Warga pun paham dengan maksud Nabila,ibu martinah di temukan tergeletak di kamar mandi dan warga memapah ibu martinah menuju kamar tidur.