Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 157


__ADS_3

Di saat Noval dan Nathan tengah meratapi kisah cinta mereka yang tak berakhir sesuai dengan ekspektasi mereka,dimana cinta Noval untuk Nita berakhir memilukan dan kisah cinta Nathan yang entah berlabuh pada siapa.Nabilq tengah di sibukkan dengan membuat novel di salah satu platform yang akan menunjang segala harapan dan impiannya menjadi kenyataan.


Yah,Nabila tengah memulai menulis novel online nya dengan begitu bersemangat,di bangkitkan oleh sebuah harapan dan impian.Disana sudah terletak do'a dan dukungan dari orang yang tersayangnya.Ibu dan adiknya begitu menaruh harapan pada si cantik penuh perjuangan,Nabila Kemala.


Malam ini pula Nabila libur berjualan di trotoar jalan, memulai kembali sesuatu yang pernah sempat dia tinggalkan demi mewujudkan cita-cita dan harapan nya, berharap dengan mengikuti lomba menulis novel dia mampu merubah nasib keluarga dan mengangkat derajat orang tuanya.


Ibu martinah dan Nisa, memberikan semangat pada si pejuang cantik penuh perjuang.Nabila Kemala,di luar kamar dengan terus berdo'a,tak lupa mengingatkan Nabila untuk beristirahat.


"Nabil".Ucap ibu martinah, mengkhawatirkan keadaan dan kondisi Nabila yang belum juga tertidur meski waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam.

__ADS_1


Yang di panggil tak menyahuti panggilan ibu martinah yang mengkhawatirkan keadaan nya,dia justru tengah asyik menulis beberapa rangkaian kata sehingga menjadi sebuah cerita yang menarik.


"Nabil".Panggil ibu martinah lagi,sembari duduk diatas kasur Nabila."Kau boleh bersemangat tapi harus ingat dengan kondisi badan mu". Nasehat ibu martinah,seraya menyentuh tangan nabila.


Sentuhan tangan yang lembut itu menyadarkan Nabila dari layar laptop dan pikirannya terhenti kala tangan lembut namun kasar itu menyentuh tangan nya.


"Ibu".Nabila,tak bisa mempercayai wanita yang sangat dia sayangi tengah duduk di sampingnya sembari menahan kantuk.


Ibu martinah hanya bergeleng kepala .Dia mengkhawatirkan kondisi putrinya,tapi lihatlah putrinya malah mengkhawatirkan keadaan dan kondisi kesehatannya.

__ADS_1


"Tidur lah nak".Pinta ibu martinah,memohon pada Nabila untuk mengistirahatkan tubuh nya sejenak dari pikirannya yang dia tau terus menari-nari merangkai sebuah cerita.


Nabila hanya tersenyum,dia sedang semangat-semangatnya menulis sebuah cerita yang dia harapkan bisa merubah nasib nya.


"Aku belum mengantuk Bu".Sahut Nabila,sembari melepaskan tangan nya dari pundak ibu martinah dan kembali duduk menghadap layar laptopnya.


"Tidur lah nak".Pinta ibu martinah lagi,tak mau menyerah begitu saja,sembari bangkit menghampiri meja belajar Nabila."Kau boleh bersemangat tapi jangan lupa untuk beristirahat.Tidur nak".Gertak ibu martinah.


Ingin rasanya Nabila membantah perintah ibunya tapi dia juga tak tega terus melawan dan membiarkan ibu nya ikut begadang bersamanya padahal tak biasanya ibu martinah tidur sampai seluruh ini,di samping Nabila memang sudah merasakan kantuk.

__ADS_1


"Baiklah Bu".Sahut Nabila,sembari menutup layar laptopnya tak lupa dia menyimpan file berisi rangkaian ceritanya untuk dia bisa melanjutkan nya esok hari bersama dengan semangat baru dan harapan baru yang telah dia rangkai.


Ibu martinah tersenyum,bujuk rayu nya kali ini berhasil.Jasihan juga si kecil Nisa yang harus ikut begadang bersama dirinya dan juga kakaknya demi menemani sang kakak menorehkan rangkaian cerita beserta dengan harapan nya.


__ADS_2