Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 174


__ADS_3

Nabila yang berjalan cepat tanpa menoleh ke belakang,peduli pun tidak pada Nathan yang berusaha mengejarnya.Sengaja dia lakukan agar dia tak berjalan berdampingan dengan Nathan.


"Rasakan sendiri akibatnya".Gumam Nabila, dalam hati Nabila bersorak senang dengan Nathan yang berjalan kaki menuju sekolah.


"Huh..."Beberapa kali nathan harus mengatur napasnya akibat terlalu lelah mengejar langkah kaki Nabila yang semakin berjalan cepat.


"Senagaja.Ini sudah pasti di lakukan secara sengaja".Gerutu Nathan,tak terima dengan tindakan Nabila yang berjalan dengan cepat.


Tinggal beberapa langkah lagi dia sampai menuju sekolah,lebih cepat akan lebih baik sebelum sekolah di padati oleh murid-murid yang sudah mengetahui perihal Nathan yang berangkat sekolah dengan gayanya yang mewah dan mahal.


Penderitaan Nathan akhirnya berakhir pula, dan segala kekhawatiran nya tak terbukti.Dewa amor sepertinya sedang berpihak padanya dan Nabila yang berjalan lambat hingga bisa dia susul dengan langkah lebarnya.


"Sudah lari nya?".Tanya nathan pada Nabila yang sesungguhnya berbincang dengan satpam penjaga.

__ADS_1


Nabila menoleh,dan tak berniat untuk membalas pertanyaan Nathan.Toh,dia tidak berniat melarikan diri dari Nathan hanya sedikit menjauh.


Nathan,yang merasa terabaikan dan tak dianggap ada memilih untuk melanjutkan perjalanannya.Meninggalkan Nabila yang terlihat acuh tak acuh.


"Emang tadi kamu berangkat kesini bareng Nathan?". Tanya satpam penjaga setelah kepergian Nathan tanpa permisi.


"Tidak".


"Lalu,kenapa Nathan berjalan di belakang mu dan dia bertanya seakan kau sudah merasa lelah lari?".Sederet pertanyaan satpam penjaga berikan pada Nabila yang terlihat acuh tak acuh.


"Oh".Hanya jawaban seperti itu yang di berikan oleh satpam penjaga dan membuat Nabila sedikit kesal.Jawaban panjangnya malah di sahuti dengan beroh ria saja.


Nabila melanjutkan perjalanannya lagi setelah ada perbincangan sedikit antara dirinya dengan satpam penjaga dan Nabila yang mendapatkan izin dari satpam penjaga agar dia bisa pulang lebih telat dari murid-murid lainnya.

__ADS_1


Hal ini,Nabila lakukan agar dia bisa lebih cepat menyelesaikan novel nya dengan memanfaatkan WiFi perpustakaan,tentu Nabila juga sudah mendapatkan izin dari petugas perpustakaan.


"Sengaja loe yah menghindar dari gue?".


Nabila,kembali menghentikan langkah kakinya yang harus terhenti oleh pertanyaan dari Nathan yang ternyata dia menunggu nya di balik pohon rindang.


"Aku menghindar atau tidak?,jelas itu bukan urusan loe.Justru seharusnya gue bertanya sama loe".Sahut Nabila,sembari berbalik badan menghadap Nathan yang berdiri di belakangnya.


"Pertanyaan apa yang ingin loe ajukan dan seberapa tingkat kesulitannya?".Tanya Nathan, memastikan pertanyaan Nabila yang tak menjurus perihal dirinya yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki.


Nabila, tersenyum sinis."Kenapa loe berangkat sekolah dengan berjalan kaki?,mana kesombongan dan juga keangkuhan yang selama ini melekat dari diri loe?".Tanya Nabila, sedikit menyindir nathan.


"Haha..Haha.."Pertanyaan Nabila di balas dengan gelak tawa Nathan yang membahana,beruntung sekolah belum di padati oleh murid-murid hanya ada satu,dua yang berlalu-lalang."Gue kesini jalan kaki atau tidak?,bukan urusan loe".Skak Nathan yang meniru ucapan Nabila barusan yang terlihat angkuh dan balik meremehkannya.

__ADS_1


Nabila,kembali tersenyum.Sudah bisa dia tebak jawaban dari Nathan tapi dia juga penasaran dengan alasan Nathan yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki.


__ADS_2