Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 206


__ADS_3

Nabila, kebingungan sendiri dengan teman-teman sekelasnya yang tak biasanya keadaan kelas hening bahkan bel tanda masuk sudah berbunyi pun belum ada yang masuk ke dalam, seakan dirinya hendak di berikan kejutan oleh teman-temannya.


Nabila,memilih duduk dan mengeluarkan alat tulisnya.Memeriksa lembar jawaban yang. harus di isi atau bahkan sudah di isi oleh Nabila dan membaca sekilas materi pelajaran yang akan di pelajari.


"Wuih ganteng banget yah ketua murid kita?".


"Iya,andai aku masuk kriterianya..Ah senang nya salah hati".


Beberapa kata pujian untuk Nathan terus bergema dan di ucapkan oleh sebagian murid perempuan yang tiba-tiba masuk dan saling bercengkrama memuji ketampanan Nathan yang Nabila akui memang berwajah tampan dengan pahatan sempurna dari Sang pencipta.Namun,sayang wajah nya yang sempurna tertutup oleh sikapnya yang buruk.

__ADS_1


Nabila,menoleh kearah teman-teman nya yang baru masuk dan memuji ketampanan Nathan.Membacanya terganggu bukan pada suara teman-temannya tapi karena pujian selangit dari teman perempuannya untuk nathan.


"Semoga Nathan dan teman-teman lainnya bisa pulang membawa kemenangan".Harap murid perempuan lainnya yang seakan terpesona oleh ketampanan Nathan.


Nabila, sampai mencebikkan bibirnya merasa muak dengan pujian untuk Nathan tapi satu yang dia setujui adalah harapan mereka dan harapan Nabila pastinya sama,yaitu mengharapkan Nathan dan teman-teman nya pulang membawa kemenangan.


Pujian beserta dengan harapan teman sekelas Nabila dan Nathan harus terhenti kala guru mata pelajaran sudah datang tepat waktu hanya beda 2 menit dari murid yang datang paling akhir.


Ketidakadaan Nathan di kelas telah merubah suasana kelas.Noval sudah pasti merasa kehilangan dengan tidak adanya Nathan yang sedang berjuang bersama dengan anggota pasjarpara lainnya dan Nabila yang entah mengapa harus merasakan kehilangan sosok Nathan yang meski usil tapi memberikan warna dalam kehidupannya.

__ADS_1


Beberapa kali Nabila,menoleh kearah meja nathan dan hanya ada Noval yang seperti bermuram durja.Melamun dan melamun hanya itu yang bisa di lakukan oleh sahabat karib Nathan.


"Uh...Uh...Kasihan".Keluh Nabila,mengasihani keadaan Noval yang seperti kehilangan separuh jiwanya tanpa sadar dirinya juga merasakan hal yang sama seperti Noval yang kehilangan semangat belajarnya.


Jam pertama dan kedua telah selesai dengan suasana kelas yang berbeda dari sebelumnya dan membosankan bagi sebagian murid yang terbiasa dengan kehadiran Nathan dan intrik drama yang tercipta antara Nathan dan Nabila yang tentunya itu di ciptakan oleh si biang kerok,Nathan.


Waktu istirahat pun telah tiba,Nabila seperti biasa hendak pergi ke perpustakaan untuk sekedar menempelkan karya fiksi nya atau sekedar membaca beberapa buku novel untuk bahan referensi karya fiksi nya.Sedang Noval,dia malah duduk melamun seperti tak ada gairah dalam menjalani sisa aktivitas.


"Apakah kau tak rindu pada Nathan?".Tanya Noval pada Nabila yang hendak beranjak keluar.

__ADS_1


Nabila,menoleh kearah Noval yang satu dan tak bersemangat.Rindu?,bukan itu yang Nabila rasakan tapi ada sesuatu yang hilang dari hidupnya seperti dia kehilangan sang ayah beberapa tahun lalu dan tak bisa di gantikan posisinya begitu saja oleh orang lain bahkan sekalipun itu oleh Nathan sendiri.


__ADS_2