
Seperti biasa,Nathan selalu berangkat lebih siang daripada murid-murid yang lainnya,pulang pun inginnya lebih awal tapi segudang kegiatannya memaksa dirinya untuk pulang lebih lambat.Toh,pulang ke rumah pun untuk apa jika tak ada kasih sayang dan cinta di dalamnya.
Nathan,yang memutuskan untuk menggunakan kendaraan umum untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Nathan anumerta yang harus menggunakan kendaraan umum,jauh dari gaya hidup dan kebiasaannya.
Pemandangan yang di lihat oleh Nathan untuk pertama kalinya saat menginjakkan kaki dari kendaraan umum yang menurutnya sumpek dan bau.Bukan hawa segar seperti yang dia harapkan, melainkan pemandangan yang tak lazim dimana Nabila seperti hendak ingin menghampiri musuh bebuyutannya.Siapa lagi kalau bukan Mario putra darmawan.
Sedikit tau Nathan tentang cerita Nabila dan Mario, sedikit tau tentang perasaan Nabila terhadap Mario begitu pula sebaliknya perasaan Mario terhadap nabila.
Nathan setengah berlari agar dia bisa menghalangi pertemuan perdana dan tak sengaja antara Nabila dan Mario.
__ADS_1
Nathan,menepis tangan Nabila yang hendak menepuk pundak Mario, menggenggam nya dan menyeret tangan Nabila menjauh dari sosok Mario.
"Lepaskan".Nabila memberontak,meminta Nathan melepaskan tangan Nabila.Tapi, bukannya melepaskan Nathan justru semakin membawa Nabila terus menjauh dari sosok Mario, musuhnya dalam memenangkan hati wanitanya.
Nathan,menyeret tangan Nabila masuk ke dalam lingkungan sekolah,tak pelak itu menjadi tontonan murid di sekitar yang tak sengaja melihat adegan demi adegan antara Nabila dan Nathan bak tontonan gratis bagi mereka,dimana Nabila yang terus memberontak sementara Nathan terus menyeret Nabila masuk ke ruangan kelas mereka.
Tanpa memberikan celah sedikitpun untuk Nabila bisa meloloskan diri bahkan bertemu dengan Mario,pria yang dia tau adalah pria yang di sukai oleh Nabila menurut versi Nathan itu sendiri.
Dengan rasa kesal dan kecewa,Nabila melayangkan tatapan tajam pada nathan tapi Nathan malah nyelonong pergi tak peduli raut wajah Nabila yang terlihat kesal.
__ADS_1
Tatapan Nabila tak pernah lepas dari Nathan kendati Nathan sudah duduk di meja samping Nabila dengan santainya seakan dia tak berdosa sedikitpun.
"Iiih amit-amit jabang bayi".Gerutu Nabila,esal terhadap Nathan.Mau keluar juga percuma.Toh,bel sudah berbunyi dengan nyaringnya apalagi ini adalah pelajaran geografi, pelajaran yang di sukai oleh Nabila.
"Sudah gue bilang,loe gak punya waktu untuk mengejar Mario mu itu sudah terlambat".Ledek nathan dengan santainya bertopang dagu.
Nabila,mendelik sebal.Lagi-lagi Nathan yang selalu menganggu hari-harinya sudah seperti benalu saja dia di kehidupan Nabila yang sejatinya tenang dan damai jika seandainya dia tak satu sekolah bahkan satu kelas dengan murid yang sok pintar.
"Diam benalu".Gertak Nabila,tak terima dengan ucapan Nathan yang sekali lagi menghina dirinya dengan caranya sendiri.
__ADS_1
Nathan, mengedikan bahu.Masa bodoh dengan kemarahan Nabila yang sesaat, baginya sudah menghalangi Nabila bertemu dengan Mario saja sudah sebuah keberuntungan bagi Nathan yang tak suka Nabila kembali dekat dengan Mario yang sejatinya juga Nathan menaruh rasa pada Nabila namun terhalang oleh gengsi.
"Kalau cinta bilang,kalau benci yah sudah.Hidup jangan di buat susah".Ucap Noval, menimpali ocehan Nathan pada Nabila yang menganggap nya benalu dalam kehidupan nabila.