Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 107


__ADS_3

"Kok malah ngelamun?".Sentak pak Mario sembari menepuk pundak nabila.


Tepukan tangan itu berhasil menyadarkan Nabila dari lamunannya tentang kejadian di perpustakaan tapi bisa menjadi bahan perbincangan inspirasi bagi Nabila untuk terus menghasilkan karya-karya nya.


"E-Eng-Enggak kok pak '.Kilah Nabila sembari terus mengelap mukanya dari tetesan air hujan yang membasahi muka dan tubuhnya.


Mario, tersenyum.Dia tau Nabila berbohong.Murid didiknya yang satu ini memang sering kedapatan melamun,beruntung tak ada jin dan sebangsanya yang Sudi mendiami tubuh kurus nabila.


"Kenapa kau datang kesini?, padahal ini saja sudah hujan?". Tanya Mario, memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


Nabila,menunduk.Benar apa yang di katakan oleh pak Mario,kenapa pula dia harus rela hujan-hujanan hanya demi menemui pak Mario yang terlanjur berjanji.


Entah menyesal atau malu,satu yang pasti tubuh Nabila menggigil kedinginan dan wajahnya yang terasa sakit akibat hantaman tetesan air hujan di wajahnya.

__ADS_1


"Di tanya kok malah diem?".Ucap Mario dengan lembutnya, seakan menjaga perasaan Nabila agar tak tersindir dengan pertanyaan nya.


Nabila,masih tak bergeming.Dia tetap diam di kala terpaan angin terus menyerang tubuhnya dan tetes air hujan telah berubah dengan derasnya,menghantam sekali lagi tubuh kurusnya.


Mario,tak tinggal diam.Dia lepaskan jaketnya dan menyampirkannya di bahu Nabila."Pake ini Nabil,kau akan masuk angin".Perintah pak mario,di angguki oleh nabila.


Satu jaket tak mempan di tubuh kurus nabila,dia tetap menggigil kedinginan dengan setiap tetes air hujan melukai pori-pori kulit nya.


"Dingin".Gumam Nabila,menggigil kedinginan.


"Nabila,ada yang ingin aku jelaskan pada mu tentang Nita,tentang tuduhan ku pada mu dan segal masa lalu ku'.Tanpa basa-basi mario,mulai menyampaikan segala keresahan hati dan masalah pada Nabila yang berada dalam pelukannya.


Dapat Nabila rasakan hangatnya tubuh pak Mario, mengalahkan dinginnya air hujan yang menghantam setiap pori-pori kulit nya dan melukainya dalam satu tetesan saja.

__ADS_1


"Nabil".Mario, merenggangkan pelukannya dan menatap Nabila yang meringkuh di pelukannya, bibirnya pucat, matanya merah dan tangan nya dingin.


Dengan segera Mario membopong tubuh Nabila menuju kearah mobilnya yang terparkir tak jauh dari dekat taman.


"Nabil". Terlihat Mario mencemaskan keadaan Nabila yang menggigil kedinginan,berbanding terbalik dengan keadaannya yang nampak kuat dan tegar.


Mario,berlari sekencang-kencangnya dan merebahkan tubuh Nabila di sandaran kursi mobil keluarga idaman dengan kapasitas yang cukup besar.Dia menurunkan suhu pendingin di mobilnya dan menyelimuti tubuh Nabila dengan selimut yang selalu ada di dalam mobilnya.


Tak cukup sampai disitu,Mario menggosok-gosok tangan nya di tangan Nabila, memberikan kehangatan buatan untuk tubuh Nabila.


"Pak".Ucap Nabila, dengan mulut bergetar.


Mario, mendudukkan Nabila dan menuangkan segelas kopi hangat untuk Nabila minum sebagai penghangat tubuhnya di kala dinginnya air hujan.

__ADS_1


"Minum dulu".Sahut pak Mario,sembari menyodorkan segelas air hangat untuk nabila.


Dengan tangan bergetar pula Nabila menerima segelas air hangat yang di sodorkan oleh pak Mario kepadanya."Terimakasih".Ucap Nabila, dengan lancarnya tak menggigil kedinginan lagi setelah upaya pak Mario dalam menghangatkan tubuhnya secara terus-menerus.


__ADS_2