
Nabila, menitipkan dagangannya pada ibu kantin yang sering dia titipkan dagangan nya,walau ada rasa sungkan tapi mau tak mau dia harus menitipkan dagangannya yang sering di pandang hina dan rendah.
"Bu,aku titip dagangan ku lagi yah". Kata Nabila,sembari menyodorkan dagangan nya pada ibu kantin yang berbaik hati.
"Iya bil, gapapa jangan sungkan apalagi malu.Ibu dengan senang hati membantu mu" .Sahut ibu kantin, menerima dan menghitung dagangan nabila yang di sodorkan kepadanya.
Nabila yang duduk di kantin sembari melakukan serah terima barang dan traksaksi hasil penjualan makaroni balado, samar-samar mendengar pembicaraan orang lain tentang dirinya.
"Rumornya persahabatan Nabila dengan Nita hancur karena sebuah pengkhianatan".Kata murid perempuan yang duduk tak jauh dari nya.
"Iya, Kata nya juga Nabila yang merebut cowok dari sahabatnya".
"Ihhh..Gak tau diri banget yah,udah bersyukur dia di bela dan mendapatkan fasilitas kemewahan dari Nita eh cowoknya malah di empat".
__ADS_1
"Iya,gila kali yah serakah bener".
Beberapa gosip tentang dirinya, tanpa sengaja di dengar oleh Nabila yang sedang melakukan transaksi uang hasil penjualan makaroni kemarin.
Betapa teriris nya hati Nabila saat mengetahui tentang gosip yang di sebarkan oleh orang yang tak bertanggungjawab dan tak sesuai dengan fakta nya.
Dia tak merebut pacar Nita,justru dia di buat keheranan dengan gosip yang terlanjur menyebar tanpa tau fakta yang sebenarnya.
Nabila,menoleh kepada orang yang telah berbisik tentang nya.Ternyata itu adalah murid biang gosip, selalu tau tentang rumor yang terjadi baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
"Saya permisi Bu, terimakasih atas kerjasama nya semoga ibu tak kapok saya titipin terus dagangan saya".Pamit Nabila dengan sopan dan halus.
Ibu kantin itu mengangguk.Tanpa Nabila minta pun,ibu kantin akan dengan sukarela membantu meringankan beban dari murid tangguh yang gigih dalam memperjuangkan cita-cita nya.
__ADS_1
Nabila, berkeliling ruangan kelas untuk menawarkan dagangannya pada murid yang sekiranya mau membeli dagangannya.
"Makaroni ..Makaroni.. "Teriak Nabila, menawarkan dagangannya dengan berteriak berharap ada yang mau membelinya.
Tapi, sampai dia di ruang kelas yang entah ke berapa dagangan nya belum laku bahkan melirik pun tidak.Diantara murid yang dia lewati,tak sedikit yang menatap si is kearah nya seakan dia memiliki noda hitam dan aib bagi mereka.
Nabila, mencoba berpikir positif tentang sikap murid yang judes dan terbilang sinis kepadanya apalagi memandang hina dagangannya yang di kemas kurang baik.
"Guys, jangan mau membeli dagangan teman makan teman nanti kalian kena virus nya".Teriak murid perempuan yang entah berasal darimana,sontak saja hal itu membuat dagangan nabila tak laku bahkan kehadiran Nabila saja tak di hiraukan.
Nabila,tersenyum menguatkan hati dan jiwa raganya setelah mendapatkan beberapa penolakan dan sikap yang kurang baik.
Kring...Kring...Kring
__ADS_1
Tanpa terasa gel tanda masuk berbunyi begitu nyaringnya, padahal dagangan nabila belum ada yang laku satu pun.Tangan kanan Nabila masih menenteng kantong plastik berukuran besar,keringat deras membasahi seragam lusuh dan menguning nya belum lagi ruangan kelas yang cukup jauh dari posisinya. menambah sederet penderitaan nabila.