
Sore hingga malam hari sekitar jam 7 malam,Nabila menyempatkan diri untuk menjual kopi keliling menggunakan sepeda usang milik nisa.
Makaroni balado yang dia jual pada sore hari kurang laku,2 hari lalu dia baru punya ide untuk menjual kopi keliling setelah kejadian dia kedinginan akibat hujan-hujanan.Darisana lah dia memiliki ide gila ini,banting stir dan mencoba peruntungan di waktu senggang nya.
Pukul 7 malam,masih ada kendaraan yang berlalu-lalang.Ada yang hendak pulang,ada pula yang sekedar lewat saja.Nabila menelusuri jalanan yang mulai padat oleh kendaraan yang lewat.Nabila berhenti sebentar,menunggu sang pembeli datang menghampiri.
Duduk di trotoar jalan sembari meluruskan kaki-kaki nya yang terasa pegal akibat mengayuh sepeda dengan jarak berpuluh kilometer hanya untuk mengais rezeki.
Tid..Tid..Tid
Suara klakson mobil,menganggu istirahat Nabila yang duduk selonjoran di trotoar jalan yang mulai padat.
Nabila bangkit,hendak mencari tau penyebab mobil yang membunyikan klakson dengan cukup keras.
__ADS_1
"Lah, ternyata loe lagi -loe lagi".Keluh seorang pria yang hendak menghampiri sepeda milik Nabila yang berisi aneka minuman dan makanan.
"Nathan".Seru Nabila,terlonjak kaget dengan kehadirannya yang tak pernah dia harapkan.
Yah,yang membunyikan klakson dengan cukup keras hendak membeli dagangan nabila adalah tak lain dan tak bukan adalah Nathan anumerta.
Dia,yang baru pulang dari kegiatan ekstrakurikuler nya dan tak sengaja berpapasan dengan sepeda yang menjual aneka makanan dan minuman yang di sinyalir itu adalah milik Nabila,rival debat nya.
Nathan, menghampiri Nabila yang berdiri melongo menyambut kedatangannya tanpa sedikitpun bergerak atau sekedar berbasa-basi.
"Jangan ambil".Gertak Nabila,tersadar kembali dari rasa terkejut.Nabila,mengambil paksa kacang yang ada di genggaman Nathan.
"Yeah,gue mau beli juga di ambil kembali.Gak butuh duit loe?".
__ADS_1
Nabila, terdiam.Tanpa sadar dia malah mengusir pembelinya di tengah-tengah perjalanan pulang nya."Oh yah silahkan ambil kembali, tuan.Masf atas kekeliruan nya".Nabila memberikan ulasan senyum pada Nathan untuk pertama kalinya sembari menyodorkan kacang pada Nathan yang berdiri dengan sombong nya.
Nathan, hanya menatap senyuman manis Nabila yang dia lihat untuk pertama kalinya walau dengan keterpaksaan tanpa mengambil kacang yang di sodorkan oleh Nabila padanya.
Fokusnya melihat senyuman manis Nabila,bukan pada kacang yang Nabila sodorkan untuk dia beli.
Nabila menjadi kesal sendiri terhadap Nathan yang hanya diam melongo tanpa mengambil kacang yang dia sodorkan.
"Ini silahkan di ambil dan jangan lupa untuk di bayar yah,tuan"?Ucap Nabila,sembari menyelipkan kacang di tangan Nathan secara paksa.
"O_Oh iy-yaa".Sahut Nathan, terbata-bata hampir kacang itu jatuh dari pegangan tangan nya.
Nabila,duduk kembali di trotoar jalan sembari menunggu pembeli lainnya datang menghampiri sepeda usang nya.Sedang Nathan,asyik mengunyah kacang yang dia ambil secara paksa sembari terus memperhatikan sepeda Nabila sebagai sarana untuk berjualan kopi keliling.
__ADS_1
Dari depan ke belakang,dari samping yang satu ke samping yang lainnya terus aja begitu hingga tanpa sadar dia sudah memakan kacang hingga 3 bungkus dengan cangkang kacang nya tersebar disana-sini.
"Apa yang kau lakukan". Gertak Nabila,melotot tajam kearah Nathan yang asyik mengunyah kacang tanpa bersalah.