
Nabila, tengah asyik menikmati angin malam yang berhembus, sesekali melirik jalanan yang padat merayap oleh kendaraan yang berlalu lalang di depannya.Lagi-lagi dia berandai-andai bilamana dia menjadi orang kaya,ah alangkah senangnya bila dia bisa membeli mobil impiannya dan mengajak ibu serta adiknya berkeliling.
Nabila, senyum-senyum sendiri kala membayangkan kebahagiaan yang terpancar di wajah Nisa dan ibunya.Semangat untuk mengubah nasib nya kini berkorban kembali dan dia ingin cepat-cepat pulang agar dia bisa menulis serta mengirimkan novelnya kepada penerbit yang selama ini selalu gagal di setiap pengiriman novel yang dia kirimkan.
Nabila,menoleh kearah sepedanya.Siapa tau Nathan juga sudah selesai menikmati secangkir kopi hangat beserta dengan kacang yang dia makan secara asal.
"Apa yang kau lakukan?".Nabila terkejut bukan main, cangkang kacang bekas Nathan tersebar dimana-mana.Dengan membawa kemarahan,Nabila menghampiri Nathan yang masih asyik mengunyah kacang tanpa tau masalah nya sendiri.
"Apa yang kau lakukan?,kau membuang sampah sembarang dan mengotori baju jalanan".Gerutu Nabila,sembari membersihkan sampah yang di buang oleh nathan dengan sembarang.
"Kan ada loe".Sahut Nathan, dengan santainya menyuruh Nabila untuk membersihkan sampah yang dia buang secara asal.Nathan asyik menyeruput kopi hangat buatan Nabila yang dia minta sebelum Nabila duduk di trotoar jalan.
__ADS_1
"Ternyata tak kalah nikmat daripada di coffeshop".Gumam Nathan,sembari terus menikmati secangkir plastik kopi hangat yang di buat dengan penuh cinta.
Sekali tegukan tak cukup,hingga tak berasa Nathan menghabiskan kopi hangat itu dalam waktu singkat dan membuangnya secara asal.Sayangnya hal itu tepat mengenai kepala nabila yang sedang membersihkan sampah Nathan yang dia buang secara asal.
Dengan penuh emosi,Nabila menghampiri Nathan yang duduk di trotoar jalan sembari menikmati padatnya arus lalu lintas.
"Wey".Teriak Nabila,sembari menoyor kepala Nathan."Buang sampah itu pada tempatnya bukan sembarangan apalagi sampai kena kepala orang,untung kena kepala gue kalau kena kepala orang lain gimana?".Gerutu Nabila,tak henti-hentinya menceramahi Nathan yang sibuk dengan kepalanya.
Nathan,tak menggubris ucapan Nabila.Dia masih asyik duduk sembari mengkhawatirkan isi kepalanya."Sembarangan kau menoyor kepala ku,bagaimana kalau aku jadi manusia idiot?".Geram Nathan,berdiri berhadap-hadapan dengan Nabila yang bertolak pinggang seperti menantang dirinya.
"Loe udah idiot sebelum gue Toyota juga,loe lebih idiot Nathan anumerta ".Teriak Nabila sembari menghina nathan.
__ADS_1
"Iya loe,super idiot ".Balas hina Nathan dengan cara berteriak pula.
Tak pelak pertengkaran mereka banyak di saksikan oleh pengguna jalan,baik roda dua,roda empat,ada juga pejalan kaki yang tak sengaja mendengar keributan.
Seorang pedagang asongan tengah beradu mulut dengan pria kaya berwajah rupawan dengan melontarkan kata-kata hinaan, bahkan mereka tak segan untuk merekam kejadian yang baru terjadi dengan masalah yang belum di ketahui.
Nathan dan Nabila,tentu belum menyadari perdebatan mereka yang di saksikan oleh pengguna jalan bahkan merekam momen adu mulut mereka dan mungkin menggugah nya di media sosial masing-masing.
Prok...Prok..Prok
Sebuah tepuk tangan, menyadarkan Nabila dan Nathan dengan situasi terkini,dimana mereka menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Nabila dan Nathan saling pandang meminta penjelasan pada satu sama lain terhadap situasi yang tengah mereka hadapi.