Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 96


__ADS_3

Nabila hanya pasrah menerima nasibnya di tengah rumor tak sedap tentang dirinya bersama dengan pak Mario yang sampai saat ini belum siap dia temui untuk sekedar menanyakan motif di balik tuduhannya.


Nabila juga belum sempat duduk berdua dengan Nita untuk menepis segala kesalahpahaman diantara mereka berdua, apalagi Nita yang memutuskan pindah duduknya kearah belakang nya.


Atas usulan Noval,Nita tak lagi duduk bersebelahan dengan nabila.Dia malah duduk di belakang Nabila, terhalang 3 meja dari mejanya.Hsl itu pula yang menyebabkan Nabila tak punya kesempatan untuk menjelaskan segala kesalahpahaman diantara mereka,ada tameng yang kuat dalam membentengi Nabila dan Nita untuk berdamai.


Noval dan Nathan adalah tembok kokoh yang menghalangi jalan damai diantara keduanya,tameng perisai yang di buat dengan sengaja oleh keduanya.


Tanpa Nabila sadari,sudah 10 hati ini Mario tak bisa beristirahat dengan tenang,dalam tidurnya saja dia masih memikirkan perasaan Nabila dan segala cara agar dia bisa punya kesempatan untuk menjelaskan segala inti permasalahan.

__ADS_1


Mario,yang sudah duduk di depan layar laptopnya sembari memeriksa daftar peserta lomba online terus memeriksa nama-nama calon peserta,takut sekali Nabila mengundurkan diri dari daftar calon peserta.Setiap detik,menit,jam,dan hari Mario tak lepas dari layar laptopnya itu pun jika memungkinkan.


Tak hanya sibuk mengamati daftar calon peserta saja,tapi Mario juga memikirkan cara agar bisa duduk berdua, menjelaskan alasan di balik tuduhannya yang tidak benar yang dia lakukan tempo hari hingga menyebabkan dia menderita secara mental.


Tut...Tut...Tut..


Di saat kesibukannya tengah memantau daftar calon peserta lomba menulis novel online,suara ponsel pintarnya bergetar nyaring.Mario ogah-ogahan menerima panggilan telpon yang sudah bisa di tebak si pemanggil nya.


"Hello _".

__ADS_1


["Kemana aja?, panggilan telpon ku kenapa baru diterima sih?,loe tau sudah sedari tadi gue nunggu kabar loe"].Belum sempat Mario menyelesaikan ucapannya,suara di sebrang sana yang keras dan melengking tinggi menyapa telinga dengan say hello teriakan dan keluh kesahnya hingga Mario harus menjauhkan ponselnya dari telinga nya.


Panggilan telpon yang di load speaker itu,kini di nonaktifkan sengaja agar dia tak mendengarkan suara teriakan di sertai dengan kata hinaan untuk dirinya.


Mario, memijat-mijat pelipisnya,sudah 10 hati ini dia hanya mendengarkan Omelan demi Omelan yang mau tak mau harus dia terima,demi menyelamatkan bisnis keluarganya.


Tepatnya,dia menjadi tumbal untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya yang di Landa kebangkrutan atas kebijakan pemerintah di tahun 2023 ini dari keluarganya yang bahkan tak Sudi melirik dirinya.


"Shittt".Mario mengumpati."Orang tua sialan,gue yang di besarkan tanpa kasih sayang tapi di tumbalkan hanya demi menyelamatkan perusahaan dengan pemimpin bodoh nya itu".Gerutu Mario sembari menutup panggilan telpon nya secara kasar.

__ADS_1


Sudah muak dirinya di perbudak dan di rendahkan harkat martabat dari seorang perempuan,murid didik nya pula.Penyebabnya tak lain dan tak bukan hanya karena ingin menyelamatkan perusahaan keluarga yang di ambang kebangkrutan.


Dia yang menjadi anak pertama dan satu-satunya ini,mau tak mau harus di korban kan demi keegoisannya keluarganya yang mementingkan status sosial dan kemewahan tanpa memperdulikan perasaan anak nya sendiri, bahkan tega menumbalkan nya tanpa perasaan.


__ADS_2