Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 61


__ADS_3

Pria itu baru hendak melangkah tapi si pemilik warung tenda, berteriak seakan pria itu adalah seorang maling,pria yang berniat membeli tapi tak membayar.


"Ada yang ketinggalan mang?".Tanya pria itu berbalik badan, mengurungkan niat nya.


Pemilik warung tenda, menghampiri pria itu dan merangkul pundaknya."Hai,anak muda kau belum membayar segelas air susu hangat yang telah kau minum dan mendarat sempurna di perut mu". Pemilik warung tenda itu,menggiring pria itu untuk duduk kembali.


Pria itu terlihat tak membantah perintah dan perkataan pemilik warung tenda.Sedang Nabila,tak bisa melihat dengan sempurna apa yang di lakukan oleh kedua pria berbeda generasi itu,dia hanya mendengar tanpa melihat.


"Jadi berapa harga segelas susu hangat yang telah kau sajikan untuk ku dan telah aku habiskan?". Tanya pria itu sembari duduk kembali di kursi panjang yang menghadap dagangan yang di jajakan dan pemilik warung.


"Aku tak membutuhkan uang mu untuk membayar segelas air susu yang telah aku berikan pada mu,tapi kau cukup menceritakan kegiatan mu di sekolah" .Sahut pemilik warung,sudah siap mendengarkan setiap rentetan cerita dari pelanggan setianya.

__ADS_1


Pria itu, bergeleng-geleng kepala.Pria tua Bangka menurutnya selalu menilai untuk di bayar dan hanya sebuah cerita yang mampu menggantikan nilai uang di mata pemilik warung.


Pria itu, tak langsung menuruti keinginan pemilik warung.Dia diam terlebih dahulu sembari merasakan hawa dingin yang menusuk setiap inci permukaan kulit nya.Mungkin bagi kebanyakan orang-orang akan menggigil kedinginan dengan cuaca dingin belum lagi pakaian yang basah tapi tidak dengan pria di sebelah nabila.


Pria itu terlihat menikmati setiap hawa dingin yang menusuk setiap inci permukaan kulitnya kendati bibirnya nampak pucat dan tubuhnya menggigil meminta untuk di hangatkan.


"Yah, seperti biasa aku mengajar sosiologi".Kata pria itu,memulai cerita nya,sedang pemilik warung terlihat duduk dengan takzimnya seperti anak kecil yang sudah siap mendengar cerita dari ibunya.


Nabila yang duduk di sebelah pria itu sampai menahan napas nya,di setiap kata demi kata yang terlontar dari bibir pria itu.Semakin lama dia perhatikan,semakin dia mengenali sosok yang di ceritakan oleh pria yang ada di sebelahnya.


Suara dari pria itu pula tak kalah menarik perhatian Nabila,jika dia memiliki keberanian mungkin saat ini dia sedang menatap pria itu dan bertanya.

__ADS_1


"Wanita itu berpenampilan sederhana,dia pekerjaan keras tanpa mau merepotkan orang lain sama seperti mamang ini".Pria itu, menoleh kearah pemilik warung dan menuju kebaikannya pada orang susah.


"Sudah seharusnya aku membantu kalian,yang hidup dalam keadaan susah sebab roda-roda kehidupan terus berputar".Timpal pemilik warung, memberikan klarifikasi atas sikap baik nya pada sesama mahkluk hidup.


Pria itu tersenyum dan memberikan acungan jari jempolnya bahkan sampai dua sekaligus."Justru itu,mamang adalah panutan ku,kiblat ku dalam melakukan kebaikan".Pujian terus pria itu lontarkan pada pemilik warung dan menjadikannya idola nya.


Nabila, memberanikan diri untuk menatap pria yang ada di sebelahny.Mata Nabila membulat,dan bibirnya menganga lebar.Dia nyaris pingsan jika seandainya dia tak kuat.


...****************...


***Siapakah pria itu?,apa yang di kenal Nabila atau sebaliknya?, temukan jawabannya dengan terus membaca karya ini dan jangan lupa tinggalkan jejak yah...

__ADS_1


Terimakasih***......


__ADS_2