
Mario, melangkah pergi dari ruangan guru di saat ruangan itu telah sepi hanya menyisakan petugas kebersihan yang tengah membersihkan ruangan guru dengan rutinnya.
Mario, menghela napasnya beberapa kali dia terlihat mengusap dadanya yang terasa berdebar lebih cepat dari biasanya.
"Bismillah".Ucap Mario sebelum kembali melanjutkan langkahnya nya.Namun langkah kakinya terhenti kala sesosok bayangan perempuan menghalangi jalannya.
Mario terlonjak kaget dengan bayangan perempuan yang bukan hanya sekedar bayangan saja,namun dalam wujud nyata belum lahir kilat matanya yang merah padam.
"Kenapa?,kenapa kau tidak menerima panggilan ku?".Mario sudah di sambut dengan pertanyaan berbalut amarah di dalamnya.Namun,Mario sudah terbiasa menghadapi sikap nya.
Dengan santai nya,Mario melangkah maju dan menabrak tubuh wanita yang sudah menghalangi jalannya.
"Berhenti".Teriak wanita itu sembari memutar tubuhnya, memerintahkan Mario untuk berhenti dan menjawab pertanyaannya."Berani sekali kau melawan perintah ku,akan aku laporkan pada Daddy ku".Ancam wanita itu sembari merajuk meminta perhatian mario.
__ADS_1
"Whatever".Sahut Mario yang menghentikan langkah kakinya sejenak dan kembali melanjutkan langkahnya hanya untuk menyahuti ancaman dari wanita yang telah menghalangi jalannya.
Wanita itu nampak kesal dengan sikap Mario yang tak peduli lagi dengan segala ancaman yang selama 10 hati terakhir berhasil mengikat nya dalam sebuah perjanjian tak tertulis.
"Kau berani melawan ku?, jangan salahkan aku jika aku bertindak di luar batas".Gumam wanita iru dengan kesalnya memberikan sebuah peringatan bagi Mario yang nampak tak peduli.
Wanita itu, beranjak pergi setelah Mario tak terlihat lagi di pelupuk matanya dan segala ancaman nya tak berlaku lagi bagi Mario yang mungkin mulai tak peduli dengan perjanjian tak tertulis antara dirinya dan Mario.
Nabila, tengah fokus membaca LKS (Lembar kerja siswa) mata pelajaran sosiologi,yang rencananya hari ini akan diadakan ulangan harian.Nabila membaca untuk terakhir kalinya sebelum dirinya siap menghadapi soal ulangan di depan matanya tanpa bisa mencontek soal ulangan yang menurutnya itu sama aja dengan maling, perampok harta benda milik orang lain.
Nathan and the geng tentu tak bisa membiarkan Nabila belajar tenang dalam suasana kelas yang berubah bak di dalam neraka,panas tiada yang bisa memberikan setetes air.
Nathan, berdiri di depan Nabila yang tengah duduk dengan santai nya sembari bertopang dagu dan matanya tetap fokus pada buku yang di baca nya.
__ADS_1
Nathan tersenyum, dalam hati dia memuji kecantikan Nabila yang terlihat begitu menggoda saat dirinya tengah fokus membaca.
'Cantik'Gumam Nathan membatin.Segera Nathan menepis pikirannya yang tanpa sadar malah memuji musuhnya sendiri.
Nathan dan Noval saling pandang seperti tengah memberikan kode lewat tatapan matanya sementara,Nova,nazar dan satu temannya lagi berdiri di belakang mereka seakan siap menerima perintah dari tuannya.
"Hai cantik".Goda Nathan dengan menoleh dagu Nabila,tapi Nabila tak terganggu dengan gangguan Nathan yang mencoba membuyarkan konsentrasi nya.
"Sok jual mahal loe".Geram Noval dengan sikap Nabila yang seakan dirinya cantik dan tak mudah di goda oleh orang lain, walaupun iya Nabila memang cantik dan sulit untuk di dapatkan.
Dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku celana dan Nathan yang melipat tangannya di depan dadanya,Noval dan Nathan seakan tengah melihat kekurangan nabila.
"Shitt".Nathan memalingkan mukanya,wajah Nabila yang ayu khas pedesaan amat menggoda pelupuk matanya, menggoyahkan segala keyakinannya dan menghancurkan segala rencananya.
__ADS_1