
Malam panjang Nabila gunakan untuk menari sebuah keputusan dari dewan editor beserta dengan beberapa staf lainnya, berharap Nabila bisa memenangkan lomba menulis novel,bukan karena ingin hadiahnya yang pastinya menggiurkan.Akan tetapi,ada sebuah harapan lain yang Nabila nanti.
Malam ini,setelah melakukan makan malam bersama.Nabila,duduk menghadap laptop nya sembari mengecek novel yang baru di selesaikan oleh Nabila dengan intrik drama di dalam nya.
Harap-harap cemas Nabila menanti sebuah keputusan, hatinya tak menentu dan pikirannya tak lepas memikirkan karya nya.Takut,jika karya nya tak di sukai oleh pembaca.
Ting
Ting
Ting
Beberapa notifikasi bermunculan,komentar dan beberapa tanda like saling bermunculan.Menghapua segala kegelisahan dan kecemasan Nabila tentang karyanya.
__ADS_1
Beberapa diantara nya memberikan tanda like,tapi tak sedikit berkomentar kurang puas dengan karya fiksi Nabila yang terkesan terburu-buru menyelesaikan rangkaian cerita.
Sekilas saja,pesan itu terbaca oleh Nabila secara tak sengaja juga tapi dapat Nabila terima dengan lapang dada.
Satu pesan sempat membuat Nabila berputus asa dan sedih,tapi di balas dengan pesan satunya yang memberikan semangat dan motivasi bagi Nabila yang seorang author pemula dalam menulis novel online.
Beberapa masukan juga di terima dan di baca oleh Nabila satu persatu, menerima kritik dan saran serta beberapa kata motivasi untuk Nabila yang hendak meraih cita-cita dan impian nya melalui lomba menulis novel.
Salah satu pesan yang membuat Nabila terharu bercampur rasa penasaran dengan sosok di balik pesan yang menyentuh ini.
Memang benar semua apa yang dia katakan sekaligus membangkitkan semangat dan juga motivasinya dalam berkarya.Tak tumbang bila ada yang mencaci dan tak terbang bila di puji.
Orang ini seperti tau akan kepribadiannya sekaligus pernah mengetahui sosoknya yang memang benar apa yang di katakan nya.
__ADS_1
"Nathan?".Entah kenapa pikiran Nabila selalu terarah pada sosok Nathan yang memang sejatinya selalu menganggu hidupnya,tapi terkadang tanpa sadar Nathan memberikan motivasi dan semangat kepadanya dalam meraih cita-cita.
Nabila,merenung."Apa mungkin dia yang telah memberikan ku kata-kata mutiara?".Nabila sibuk dengan pikirannya sendiri yang entah kenapa akhir-akhir ini pikirannya selalu terpenuhi oleh sosok Nathan.
Nabila, bergeleng-geleng kepala.Akan sangat mustahil bila memang itu adalah Nathan mengingat Nathan adalah musuh nyata nya yang tanpa sadar selalu menabuh genderang peperangan dengan nya.
Nabila, memutuskan untuk kembali membaca beberapa pesan dari penikmat karya nya daripada pikiran nya sibuk menerka-nerka dan berakhir pada satu sosok yang amat sangat dia benci di belahan dunia manapun.
Beberapa kali Nabila mengscroll komentar dan juga beberapa tanda, sesekali Nabila membacanya namun ada juga yang Nabila skip.
Jumlah view dan juga pesan serta kesan meningkat tajam padahal baru beberapa menit Nabila tinggalkan,tapi begitu di buka.Alangkah terkejutnya Nabila dengan beberapa pesan yang di tinggalkan dan di tulis langsung oleh para penikmat karya fiksi nya.
Nabila,tersenyum.Tapi,kemudian Nabila merasa sedih sekaligus rindu.Rindu,pada seseorang yang dulu selalu mengisi hari-harinya dan sekarang telah menghilang entah kemana.
__ADS_1