Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 17


__ADS_3

Nathan pada akhirnya harus menerima kenyataan dimana dirinya tak bisa berdebat dengan Nabila.Menunjukkan skill dan kepintarannya,lebih tepatnya memanfaatkan kelemahan Nabila yang terlihat tak fokus dan seringnya melamun.


Bukan, tanpa alasan pak Mario tak menyetujui usulan Nathan,sebab dia lebih tau keadaan Nabila dan ingin melindungi Nabila dari kekalahan telak Nathan yang memanfaatkan kelemahannya.


Keberuntungan kembali menghampiri Nabila,dia yang berada di urutan ke-3 tak harus berpikir lebih keras dalam mengalahkan lawan debatnya.


Bukan karena lawan debatnya kali ini tak sebanding dengan dirinya,bukan pula karena tak pandai berdebat tapi karena waktu pembelajaran nya sudah usai.


Penderitaan nya belum selesai,di mata pelajaran kedua ini adalah mata pelajaran matematika.Nabila,harus ekstra berpikir dalam menyelesaikan rumus matematika dan penyelesaiannya yang bisa sampai satu lembar buku.


Tak sulit bagi Nabila,meski pikiran nya yang kacau dan seringnya melamun memikirkan orang-orang rumah.Nabila,terlahir pintar dan tak kesulitan mengerjakan tugas mata pelajaran matematika.

__ADS_1


Jam berikutnya,terus berlalu dan terus berlalu tanpa bisa di hentikan oleh tangan manusia kecuali Tuhan yang mampu menghentikan waktu dengan kuasa nya.


Jam pelajaran telah Nabila lewati dengan begitu tak mudah nya, beberapa kali dia sempat meneteskan air matanya kala mengingat ibu dan adiknya.Nabila, adalah pemain handal,dia bisa tersenyum dan bisa menangis di saat waktu dan keadaan yang memungkinkan tanpa di ketahui oleh orang lain.


Kecuali,Mario.Dia selalu tau apa yang di alami dan di rasakan oleh Nabila.Tadi,saja dia berpapasan dengan Nabila yang tengah berdebat dengan satpam agar dia masuk ke sekolah dengan alasan ibunya sakit.


Yah, justru fakta itu di ketahui nya tanpa sengaja seandainya Nabila tak terdesak,mungkin dia tak akan menceritakan nya.


Nabila,termasuk orang tertutup bila menyangkut dirinya dan juga permasalahannya.Tak sedikit orang yang tidak mengetahuinya sebab pribadi introvert nya mempengaruhi sikap nya.


Bukan hal yang mudah membujuk Nabila, beberapa kali dia sering menolaknya tapi bukan Mario namanya jika tak berhasil membujuk Nabila.

__ADS_1


Di ruangan ini, ruangan khusus Mario dengan dua rekan gurunya.Mario,duduk saling berhadap-hadapan dengan Nabila yang tertunduk diam membisu.


Mario, memperhatikan raut wajah Nabila yang sesekali meneteskan air mata tapi buru-buru di hapus oleh Nabila sendiri.


"Kalau ada masalah,cerita saja Nabila.Jangan di pendam,apalagi di biarkan".Kata Mario,memulai pembicaraan nya.


Nabila,tetap diam tertunduk.Dia tak ingin menunjukkan kelemahannya apalagi harus bercerita.Baginya masalah keluarga nya adalah privasi bagi nya,tak semua orang bisa di ajak berbicara apalagi bisa di percaya.


"Kau bisa berbagi masalah mu dengan ku tanpa takut masalah mu di sebarkan".Nasehat Mario,berusaha membuat Nabila berbicara.


Diam, Nabila tetap diam tak bereaksi dengan nasehat pak Mario,entah itu kata sindiran untuk dirinya yang sedari tadi diam membisu.

__ADS_1


"Aku tau,kau tidak bercerita karena takut masalah mu di sebarkan oleh orang yang kau percaya,iya kan?".Tanya Mario,menginterupsi sikap diam nabila.


Mario,menghela napas frustasi.Nabila,tak mudah di luluhkan hanya dengan sikap baik saja.Ada banyak masalah yang di alami Nabila,itu yang di yakini oleh mario.


__ADS_2