Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 75


__ADS_3

Seusai tadi Nabila hanya diam menyaksikan cara Nita menarik pembeli yang ternyata tak sesuai dengan keinginan nya dan tak memperdulikan keadaan pembeli.


Nabila, hanya bisa pasrah saja.Diam di samping Nita, sesekali membantu Nita yang mulai kerepotan melayani pembeli-pembeli manja apalagi sampai mencolek anggota tubuhnya.


"Aku_".Belum sempat Nabila mengucapkan sesuatu,Nita sudah menyodorkan uang ke hadapan Nabila yang hendak mengungkapkan sesuatu.


"Nih,hasil jualan makaroni ku.Bagaimana,aku lolos sebagai kandidat calon pegawai mu gak?".Nita dengan santainya melemparkan candaan di saat Nabila hendak menasehatinya dengan cara Nita berjualan.


Nabila,menoleh kearah Nita yang dengan bangganya telah menjual habis dagangan nabila dengan waktu singkat dan tak memakan waktu banyak.


"Kau ini,aku serius kamu malah bercanda".Nabila bergeleng-geleng kepala dengan tingkah laku Nita yang absurd.

__ADS_1


Nita,merangkul pundak Nabila dan tersenyum lebar."Aku juga serius bil,aku sudah masuk calon kandidat pegawai mu gak?,kau rekrut aku jadi pegawai mu yah?". Dengan paksaan Nita, mencoba merayu Nabila yang sayang nya Nabila bergeleng kepala seraya tersenyum tanda menolak secara halus usulan nabila.


"Tidak nit,aku belum cukup modal untuk merekrut pegawai secantik dan sekaya kamu".Tolak Nabila halus.


Nita menghela napasnya secara kasar sudah dia duga pasti akan mendapatkan penolakan dari seorang Nabila Kemala yang tak ingin merepotkan siapapun termasuk dirinya yang berniat membantu.


Nita dan Nabila yang duduk di sebuah taman dengan pohon rindang sebagai pelindungnya yang tak jauh dari ruangan kelas mereka setelah lelah menyusuri satu ruangan kelas saja,namun harus melayani pembeli yang tiba-tiba membludak bak orang sedang berdemo.


Tak jauh dari posisi Nita dan Nabila yang tengah beristirahat dari lelahnya berjualan,Noval dan Nathan tengah mengamati mereka dengan santainya sembari menikmati cemilan dan satu gelas minuman dingin dalam kemasan plastik.


"Lihatlah dua kumbang yang berbeda warna,saling menyatu bak kumbang dengan bunga mawar".Gumam Nathan pada Noval yang asyik mengunyah cemilan sampai-sampai mulut nya penuh oleh cemilan.

__ADS_1


"Yah aku tau,yang satu kaya dan yang satu miskin'.Sahut Noval,acuh tak acuh dengan ucapan Nathan dengan suara kecil nya.


"Bukan itu, bego".Nathan menimpuk kepala novel dengan cukup keras hingga mengeluarkan bunyi di kepala noval yang mendapatkan bogem mentah dari nathan.


"Ini kepala yah bukan bola, seenaknya aja loe main timpuk kepala gue".Gerutu Noval,mengaduh kesakitan.Dia berdiri dengan kesal nya."Kau itu lama-lama jadi cinta loh sama si miskin Nabila".Ucap Noval secara sembarang.


Nathan,mana peduli dengan sumpah serapah Noval yang asal berbunyi di saat keadaan dirinya kesal.


Nathan,menarik paksa tangan Noval dan memaksanya untuk duduk kembali.Toh,itu hal yang lumrah mereka lakukan bukan hal aneh lagi.


Dengan wajah cemberut dan kesal,Noval ikut duduk di samping Nathan tentunya karena terpaksa.

__ADS_1


Kedua pria idola sekolah itu kembali memperhatikan Nita dan Nabila yang sekarang tengah bercengkrama sesekali tertawa entah apa yang mereka tertawakan,satu yang pasti Nathan menyukai Nabila saat dia tertawa karena tawa nya Nabila seakan candu bagi nya terlepas dari dirinya yang membenci Nabila karena prestasi Nathan terkalahkan oleh di miskin Nabila Kemala.


__ADS_2