
Jam pertama adalah mata pelajaran sosiologi.Mata pelajaran yang di benci oleh nathan tapi bukan pada mata pelajarannya melainkan pada guru yang mengajar nya.
Masalah pribadi dan masalah pendidikan rupanya tak bisa di pisahkan dalam diri seorang Nathan anumerta.Siapa pun guru yang bermasalah dengan nya,pasti dalam pelajaran pun dia akan membencinya imbas dari masalah pribadinya.
Mario putra darmawan,begitu antusiasnya masuk ke dalam kelas yang berisi murid kesayangannya,Nabila Kemala.Bahkan bel tanda masuk belum berbunyi pun,Mario terlihat tak sabaran untuk masuk ke dalam kelas dan menatap wajah yang selama ini selalu menggetarkan hati nya.
Bel yang di nanti-nanti kan pun berbunyi, hatinya makin bertalu-talu seakan ada bunyi gendang yang sengaja di tabuh di hatinya yang berbunga-bunga.Dengan senyum yang mengembang menghiasi bibirnya,Mario siap melangkah menuju bidadari tak bersayap nya.
Tak ada yang bisa mengira, seorang putra Darmawan yang bersikap dingin bisa menghangat bila di dekat nabila,tak ada yang tau pula tatapan mata Mario selalu mengarah pada Nabila yang terlihat manis di matanya.
Sayup-sayup Mario, seperti mendengar suara keributan yang bersumber dari kelas tempat dia akan mengajar.Suara perdebatan pria dan wanita yang tak asing lagi baginya.
__ADS_1
Mario, buru-buru masuk ke dalam kelas.Takut,Nabila terkena gangguan dari Nathan and the geng.
Benar,apa yang di takutkan oleh Mario hanya saja Nabila seperti selalu di lindungi oleh malaikat pelindung nya di setiap ada gangguan dari parasit seperti yang di sebutkan oleh Nita.
"Parasit kayak gini gak bisa di biarin,harus di musnahkan".Nita, seakan tak puas menghina Nathan and the geng bahkan dia sampai berdiri dan menunjuk-nunjuk wajah Nathan,dan Nabila yang terduduk lemas tak berdaya.
"Betul itu". Mario, menyahuti ucapan Nita yang entah keberapa kali nya terus menyerang Nathan and geng tanpa perasaan.
Refleks, anggota geng Nathan saling berhamburan menuju mejanya masing-masing dan Nathan yang harus di seret paksa oleh Noval agar duduk di mejanya serta tak melawan guru di area kekuasaannya.
"Tenang kan diri mu,bro.Jangan terpancing emosi ". Beberapa kali Noval mengingatkan Nathan yang hampir mengeluarkan tanduk iblis nya hendak menyerang guru yang dia benci hanya karena masalah yang belum pasti kebenarannya.
__ADS_1
Terpaksa Nathan mengikuti saran Noval dan duduk di kursinya dengan perasaan dongkol dan dendam yang siap dia berikan untuk guru yang selalu menganggu kegiatan nya.
Selama kegiatan belajar mengajar pun terasa membosankan dan sebal bagi Nathan yang sejatinya membenci gurunya dan bukan mata pelajarannya.
Nathan dan Nabila,kedua murid berprestasi ini jelas sama-sama menguasai seluruh mata pelajaran baik yang gurunya di sukai atau yang di benci sekali pun.
Tak jauh berbeda dengan Nabila,yang terus menatap pak Mario dengan lekat seakan tengah memburu mangsanya.
Perbedaan sikap pak Mario yang sekarang dan yang semalam jauh berbeda.Pak Mario yang menggunakan baju dinas nya terlihat gagah dan tampan belum lagi gaya rambutnya yang di tata dengan begitu rapihnya.
"Nabil".Tanpa di sadari oleh Nabila,Nita menepuk tangan nya dan menyadarkan dia akan apa yang dia lakukan.
__ADS_1
Nabila,menoleh kearah Nita yang juga menatap dirinya seakan ada beribu pertanyaan yang siap di muntah kan bak gunung berapi yang memuntahkan lahar api.