Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 112


__ADS_3

"Nabila".Teriak Mario sembari terus berlari mengejar Nabila yang berlari dengan kecepatan tinggi."Nabila".Teriak Mario lagi,tak putus asa mengejar Nabila yang semakin tak terkejar.


Mario,tak putus asa sampai disitu saja ada banyak hal yang harus di ketahui oleh Nabila sebelum dirinya mungkin tak akan bisa menemui Nabila lagi di kemudian hari.


Rasa kecewa terhadap Mario dan Nita tengah di rasakan oleh Nabila,kedua orang itu yang dia percaya tega bersekongkol menjatuhkannya.


"Nabila".Mario terus berteriak, seperti tak mau membiarkan Nabila lari begitu saja di tengah gerimis mengundang hawa dingin.


"Nabila,aku mohon berhenti".Teriak Mario, seiring langkah kaki Nabila yang mengendur akibat tak kuat dengan dingin nya gerimis dan kakinya terasa kram.


"Aw".Nabila mengaduh kesakitan, kakinya sudah tak kuat lagi untuk diajak berlari sekuat tenaga menghindari orang-orang yang mengkhianatinya.


"Nabila".Mario,berhasil menangkap tubuh Nabila dan menguncinya dalam sebuah pelukan hangat dari arah belakang.

__ADS_1


Pelukan Mario,membuat Nabila tak bisa berkutik apalagi melawan.Tubuhnys terlalu besar untuk ukuran tubuhnya dan pelukannya seakan tali yang mengikat tubuhnya,terasa sesak dan panas.


"Lepas".Gertak Nabila,sembari mencoba melerai pelukan Mario.


"Tak akan,aku mohon dengarkan aku terlebih dahulu sebelum aku tak bisa lagi menemui mu".Mohon Mario, dengan nada memelas.


Nabila,menutup matanya.Tidak mudah melepaskan diri dari jeratan pelukan Mario di tubuhnya.Mario terkenal dengan sikap keras kepalanya,apa yang dia inginkan harus dia dapatkan.


"Apa yang ingin kau bicarakan?, bicara lah".Ucap Nabila,melembut


Mario, melepaskan pelukannya di tubuh Nabila seiring Nabila yang di rasa sudah melunak dengan caranya,mungkin.


Mario, membalikkan tubuh Nabila agar menghadap kearahnya dan dia bisa leluasa menjelaskan pada Nabila dari hati ke hati tanpa ada kesalahpahaman diantara mereka seperti yang pernah terjadi.

__ADS_1


Mario,menunduk dan mengangkat kepalanya secara perlahan.Mengatur ritme napasnya dan merangkai kata demi kata agar Nabila bisa menerima penjelasannya dengan baik dan dalam keadaan pikiran yang tenang.


"Aku dan Nita telah di jodohkan oleh orang tua kami,tidak maksud ku oleh orang tua Nita.Dia memaksa ku untuk menerima perjodohan ini demi menyelamatkan perusahaan ayah ku yang di ambang kebangkrutan akibat krisis global".Jelas Mario, tanpa berhenti menatap Nabila yang berada di depan nya,takut Nabila tiba-tiba emosi lagi seperti tadi.


"Aku terpaksa menerima perjodohan itu yang ku tau dia juga terpaksa menerima perjodohan yang di lakukan oleh orang tuanya,hingga suatu hari dia mengungkapkan perasaannya.Dia mencintai ku,Nabil dan tak menyukai aku dekat dengan mu _".


"Hingga kau tega memfitnah ku?".Sahut nabila menimpali cerita Mario, dengan suara penuh dengan kilat kemarahan dan kekecewaan.


Mario,terdiam.Benar apa yang di ucapkan oleh nabila,fitnah itu adalah rencana Nita agar dia,Nita dan Mario memiliki hubungan yang pelik.


"Maaf".Sesal Mario,sembari menunduk.


Nabila,membuang mukanya dan mengusap nya dengan gusar.Selama 10 hari ini dia menjalani hari-harinya bak seperti di dalam neraka karena fitnah itu ternyata telah menyebar luas di kalangan sekolah hingga menyebabkannya harus menerima konsekuensi yang paling buruk,bullying dan kaya hinaan sering dia terima di hampir setiap harinya.

__ADS_1


__ADS_2