Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 77


__ADS_3

Berbarengan dengan Nita yang di dudukan secara paksa oleh Noval yang juga menarik paksa tangan Nita dengan kuatnya,tapi seperti Nathan yang memperlakukan Nabila dengan lembut dan hati-hati.


"Gila,di kira gue budak loe".Gerutu Nita, meringis kesakitan akibat ulah Noval yang dengan kasar menarik paksa tangan nya.


Noval tak peduli dengan ocehan Nita,dia bergegas kembali duduk di kursi berbarengan dengan Nathan yang dengan setia nya menunggu Noval datang.


Pelajaran di mulai dengan tertib dan tenang tidak seperti di jam pertama dan kedua yang banyak intrik drama dari noval-nathan dan nita-nabils.Kedua kelompok yang saling bertolak belakang dan saling menabuh genderang peperangan ini selalu membuat kegaduhan dan membuat warna diantara kertas putih nan kosong.


Jam pelajaran ke-3 dan ke-4 telah selesai dengan tertib,tak ada acara debat sebab di jam istirahat ini adalah pelajaran matematika dan juga ekonomi.Dimana,kedua pelajaran ini membutuhkan pemikiran bukan hanya sekedar omongan belaka.


Nathan dan Nabila selalu menjadi urutan pertama dalam menyelesaikan tugas yang di berikan dengan nilai yang sempurna.


Jam pelajaran terakhir adalah ekonomi dengan materi menghitung laba/rugi di suatu perusahaan,tugas yang di berikan sebagai penentu murid pulang lebih cepat atau lambat.Nathan dan Nabila, adalah kedua murid yang bisa pulang lebih cepat dari teman-teman nya yang sedang berjuang menaklukkan soal-soal yang di berikan oleh guru.

__ADS_1


Nathan dan Nabila sudah berada di luar kelas, tengah memperhatikan raut wajah teman-teman nya yang tengah fokus berpikir agar pulang lebih awal pula.


"Lagi nunggu teman loe?,kenapa gak di bantu aja". Dengan sengaja Nathan memprovokasi Nabila yang terlihat serius menatap Nita yang tengah berpikir.


Nabila,tak menggubris ucapan Nathan.Sudah lelah dirinya berdebat, tepatnya pikirannya sudah habis akibat di pakai untuk mengerjakan soal ekonomi yang soalnya gak jauh beda dengan soal matematika,belum lagi harus menghitung pajak.


Nathan,tak lagi bersuara.Dia juga sama lelahnya dengan Nabila yang harus berjuang dalam menyelesaikan tugas ekonomi agar tak kalah saing dengan Nabila yang pintar dalam segala bidang mata pelajaran tanpa terkecuali bak nabi yang tak pernah salah dan cacat tanpa cela.


"Habis olahraga apa habis berpikir?,tuh keringat deras amat".Sindir Nabila,membalas sindiran Nathan.


Lagi,Noval juga tak menggubris ucapan Nabila sama halnya dengan dirinya tak menggubris ucapan Nathan yang mencoba memprovokasi nya.


Nabila, berjalan beriringan dengan Nita.Sedang,Nathan dan Noval kedua nya terlihat berbincang sebentar sebab mereka harus menunggu anggota geng nya yang belum kunjung keluar.

__ADS_1


...****************...


Sesuai janji Nabila yang akan membantu Nita untuk mengerjakan tugas bahasa Indonesia yang di berikan oleh guru mata pelajaran tersebut di ruang perpustakaan tempat Nabila berkreasi dan berkarya.


Di ruangan perpustakaan ini, dengan seizin petugas perpustakaan Nabila dan Nita bisa leluasa mengerjakan tugas sesekali membaca buku ensiklopedia sebagai bahan referensi untuk membuat karya fiksi yang tentunya bisa menarik minat pembaca.


Nabila, dengan sabar menuntun Nita untuk mengerjakan tugas karya fiksi nya dan bimbingan serta tuntunan dalam menghasilkan sebuah karya yang di minati oleh pembaca.


Nabila, sesekali menulis karya nya di sebuah kertas HVS melanjutkan cerita pendeknya untuk di tempelkan di Mading perpustakaan.


Nabila, menulis karya nya dengan tidur tengkurap sambil kedua kakinya di angkat dengan begitu tenang nya, tanpa ada yang menggangu.


"Nabila".

__ADS_1


__ADS_2