Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 52


__ADS_3

Kegaduhan antara murid dan guru ini telah mendapatkan perhatian khusus dari kepala sekolah yang kebetulan hari ini beliau masih ada di lingkungan sekolah di saat murid dan sebagian guru sudah mulai meninggalkan lingkungan sekolah.


Di hadapan kepala sekolah yang memanggil Nathan dan mario, keduanya tertunduk diam.Di pikiran mereka bertanya-tanya tentang keberadaan Nabila yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar apalagi jejak.


Matio Ferguson,selaku kepala sekolah memanggil Nathan dan Mario yang telah menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah.Bermaksud bertanya tentang masalah yang tengah mereka hadapi sehingga menjadi menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah yang tak patut untuk di contoh.


"Mario,kamu selaku guru apa tidak malu di lihat oleh murid dan mungkin di jadikan contoh untuk mereka atas perbuatan mu?".Tanya matio pada mario yang tertunduk diam di depannya.


"Malu pak dan saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi,tapi kalau seandainya si tengil ini ".Mario, menoleh kearah Nathan dan menunjuk dia dengan menggunakan jari telunjuknya."Si tengil ini telah menubruk tubuh saya dan menuduh saya memiliki hubungan dengan nabila ". Tanpa basa-basi mario menyudutkan Nathan.


Di sudutkan dan di tuduh seperti itu jelas membuat Nathan naik pitam,dia berdiri sembari menggeplak meja dengan begitu kerasnya.


"Sembarangan loe nuduh gue, sendiri nya aja main mesra-mesraan dengan murid loe".

__ADS_1


Mario,ikut berdiri tak terima dengan tuduhan Nathan."Diam anak ingusan,loe gak tau apa-apa dan yah loe hampir mencium Nabila kan?".Tuduh Mario, menyudutkan nathan.


Perdebatan antara guru dan murid berlangsung sengit dan panas di hadapan kepala sekolah yang bergeleng-geleng kepala sembari memijat pelipisnya.Pusing dengan pertengkaran guru dan murid yang ada di hadapannya.


"Kalau aku jadi Nabila?,lebih baik tak memilih salah satu diantara dua cowok brengsek".Gumam kepala sekolah.


"Kalau loe gak mulai,mana gue juga gak bakalan mulai".


"Diam!".Seru kepala sekolah dengan lantangnya,nathan dan Mario keduanya sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah satu sama lain.


"Tundukkan pandangan mu,Nathan anumerta".Gertak kepala sekolah.


Nathan dengan terpaksa dia menundukkan pandangannya sembari duduk kembali di kursinya yang mendadak merasa panas.

__ADS_1


Mario,juga ikut duduk di kursinya.Emosinya mendadak naik dan pikirannya terus menari-nari mencari keberadaan sosok Nabila yang tiba-tiba raib di telan bumi.


'Kemana Nabila perginya?'.Gumam Mario membatin,Mario kebingungan dengan misteri menghilang nya Nabila secara misterius.


Tak jauh berbeda dengan Nathan yang sama memikirkan keberadaan Nabila yang menghilang begitu saja.Mengabaikan kepala sekolah yang juga ikut memperhatikan mereka.


"Kalian pikir aku ini patung, pajangan".Teriak kepala sekolah membuyarkan lamunan Nathan dan mario.


"Maaf pak".Sahut Nathan dan Mario secara serempak,menyadari sikap mereka yang tak menghargai keberadaan kepala sekolah.


Nathan,hendak menjelaskan duduk perkara permasalahan mereka tapi lagi-lagi di dahului oleh mario yang dengan kepiawaian bicaranya dia bisa meyakinkan kepala sekolah dengan nathan lah yang terbukti bersalah.


Nathan, tanpa bisa melawan lagi dia menerima hukuman berupa harus membersihkan WC guru dengan perasaan dongkol dan sebal.

__ADS_1


Mario,dia terbebas dari hukuman yang di berikan oleh kepala sekolah berkat kepiawaian dalam berbicara nya.


"Mario di lawan".Gumam Mario,tersenyum liciknya pada Nathan yang terduduk lesu.


__ADS_2