Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 180


__ADS_3

Nabila tengah asyik merangkai kata demi kata agar menjadi sebuah cerita yang menarik dan di sukai di kalangan para penikmat karya sastra harus di kejutkan dengan suara benda yang terjatuh, padahal seingatnya dia berada sendirian di ruangan perpustakaan yang luas ini.


"Apa?,ada apa ini?".Rasa penasaran bercampur rasa takut begitu menyeruak dalam diri Nabila.


Dengan rasa was-was,Nabila mengecek keadaan.Suara benda yang jatuh,mungkin karena ulah angin atau jangan...jangan....Dengan, segera Nabila menghapus pemikiran negatif itu dan mulai berjalan selangkah demi selangkah.


Hati nya bertalu, beberapa kali Nabila menelan Saliva nya saking takutnya dia bila yang di dapati adalah sesosok makhluk menyeramkan yang selama ini terus menari-nari di dalam pikirannya.


Sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah Nabila mencoba untuk melawan rasa takutnya demi melihat benda yang terjatuh hingga mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring.


"Gleg...Gleg...Gleg..."Nabila menelan Saliva nya,tinggal dua langkah lagi dirinya sampai pada benda yang terdengar terjatuh,terhalang oleh rak buku yang super besar.


Nabila, memejamkan mata dan membukanya secara perlahan, memastikan bahwa itu tidak seperti yang ada di dalam pikirannya dan sekuat tenaga mencoba mengenyahkan pikiran buruk.

__ADS_1


Selangkah,dua langkah dan....


"Baaaa....."


Nabila terlonjak kaget,saking kagetnya hingga Nabila tanpa sadar memalingkan muka sembari mengucapkan istighfar.


"Astaghfirullah... Astaghfirullah.... Astaghfirullah..."Beberapa kali Nabila mengucapkan istighfar,demi mengusir rasa takutnya bila memang benar sosok yang ada di hadapannya adalah sosok yang menyeramkan.


"Haha ..Haha... Haha..."Konsentrasi Nabila terganggu kala sosok tinggi tegap dan mengagetkan nya malah tertawa dengan bahagia nya.


"Kau takut?.Tanya sesosok pria yang menurut Nabila menakutkan itu.


Bukannya menjawab,Nabila malah semakin mengencangkan suaranya sembari menutup matanya.Rasanya dia tak kan kuat melihat langsung sosok mitologi yang selalu di kaitkan bila berada di tempat yang sepi,belum lagi dirinya sendirian.

__ADS_1


"Tap...Tap...Tap..."


Nabila mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat kearahnya,ingin rasanya Nabila berlari sekencang mungkin,tapi kaki ini seperti tak bisa berlari bahkan seperti tertancap paku di telapak kaki.


Nabila hanya bisa pasrah sembari menantikan sosok itu menghilang sendiri seiring dengan dirinya yang beristighfar dengan cukup keras dan lantang.


Berhasil,Nabila tak mendengar lagi suara langkah kaki itu mendekat kearahnya.Nabila, memberanikan diri dengan membuka mata secara perlahan untuk mengetahui sosok itu telah menghilang atau tidaknya..


Perlahan tapi pasti,Nabila mulai membuka matanya dan penglihatan nya yang belum sempurna terbuka menangkap sesosok pria tinggi tegap tengah menatap kearahnya.


Refleks,Nabila menutup matanya kembali dan memalingkan muka dari sosok pria yang ada di hadapannya tengah menatap kearahnya dengan tatapan tajam dan menakutkan.


"Astaghfirullah... Astaghfirullah... Astaghfirullah..."Nabila,tak henti-hentinya mengucapkan istighfar untuk menghilangkan rasa takut dan keterkejutannya akibat sosok pria itu yang masih ada dan bahkan tepat berada di belakangnya dengan amat menakutkan.

__ADS_1


"Kau,takut pada manusia?,apa yang kau takutkan darinya?".Sekali lagi pria itu mengajukan pertanyaan dan di balas oleh Nabila dengan suara keras nan lantang, seakan ingin mengusir sosok pria itu.


__ADS_2