
Kejadian demi kejadian dirinya bersama dengan Nathan tak memungkinkan bagi Nabila terus terbayang-bayang wajah Nathan yang tertawa merendahkan,terkadang pula dapat Nabila lihat wajah kecewanya Nathan saat dirinya menolak sesuatu dari nathan.
Yah, seperti tadi sore.Dapat Nabila lihat wajah kecewa dan frustasi Nathan saat dirinya tak menghiraukan teriakan bahkan menoleh pun tidak.
Nabila yang duduk beralaskan tikar dan laptop yang berada di pangkuannya harus kembali menghentikan kegiatannya karena pikirannya tertuju pada Nathan.
Nabila sampai harus menghela napasnya secara kasar dan menengadahkan kepalanya keatas langit-langit.Banyak kejadian antara dirinya dan juga Nathan.
"Kenapa?,kenapa harus dia yang selalu muncul di dalam pikiran ini kala aku harus berjuang merangkai kata demi kata agar menjadi sebuah cerita?".Keluh Nabila yang harus berjuang ekstra lebih berpikir dan bahkan harus berjuang menyingkirkan pikiran Nathan dari pikirannya.
Ting
Ting
__ADS_1
Ting
Ting
Di saat Nabila tengah berjuang mengenyahkan bayang-bayang Nathan dari pikirannya, tiba-tiba layar laptopnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk.
Dengan tergesa-gesa Nabila melihat layar laptopnya,takut sekali novel nya bermasalah bahkan mungkin novel nya di tolak oleh sang editor bahkan mungkin terancam gagal bagi Nabila untuk terus berjuang dalam lomba menulis novel online ini.
Kekhawatiran Nabila,ternyata semua tidak benar.Dimana bunyi itu berupa notifikasi sebuah pesan dari rider yang terkesan akan cerita Nabila yang menyentuh hati bahkan ikut merasakan apa yang di rasakan oleh author nya.
"Terimakasih atas dukungannya dan terima kasih atas kritik dan sarannya".Balas Nabila di salah satu kolom komentar dan itu menambah semangat Nabila dalam menghasilkan bab baru yang akan dia update sesegera mungkin.
Terbawa oleh rasa semangat karena telah di semangati oleh rider nya,Nabila sampai melupakan Nathan dan pikiran nya kembali tertuju pada cerita yang sempat terhenti kama bayang-bayang Nathan dengan lancang nya malah menyerobot masuk ke dalam pikiran nabila.
__ADS_1
Tanpa Nabila sadari,ibu martinah dan Nisa juga tersenyum bangga dibalik pintu masuk kala Nabila dengan semangat nya menggapai cita-cita dan impian nya.
"Aku bangga deh sama kakak".Ucap Nisa yang mengagumi kegigihan dan semangat nabila.
Ibu martinah,mengelus puncak kepala anak bungsu nya.Dia bersyukur di karuniai dua putri cantik dan pekerja keras seakan mengobati rasa rindunya pada mendiang suaminya apalagi wajah Nisa yang teramat mirip dengan mendiang suaminya.
"Ibu juga bangga,pada kalian berdua.Putri ku yang cantik,anugerah dari Tuhan".Ucap ibu martinah menahan rasa haru nya.
Nisa,berbalik badan menghadap sang ibu yang dia tau tengah menahan air mata penuh dengan hari dan bangga.
Nisa peluk tubuh ibunya dan di balas dengan pelukan hangat dari sang ibu.
"Aku dan kak Nabila lebih bangga terlahir dari rahim yang luar biasa,Masya Allah nya dia teramat baik".Puji Nabila tertuju pada ibu martinah.
__ADS_1
Pujian itu semakin menambah ibu martinah tidak bisa membendung rasa bangganya terhadap kedua putrinya.
Ibu martinah berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri."Terimakasih nak".Ucap nya penuh dengan haru.