
Maaf lama up.
oke lanjut sekarang. Tag 1..2..3...
Untuk Fatul diperankan autor aja. Karya baru soalnya. Belum banyak pengetahuan. Dah biar ngak ruet.
Ahirnya kedua bu guru memulai pelajaran. Absen peralatan
1.Anak rajin: Buku, pensil, pensil
warna, ,kotak pensil, sudah siap di meja sebelum tidur pelajaran
2.Anak Santai:Tuggu siapin ,pas guru datang.
3.Anak males:Tunggu guru negur karena masih ngaantuk. Tidur bentar kali.
"Baik anak anak ,hari ini kita akan belajar membuat kapal dari kertas"pinta bu Tarri pada murid murid.
"Baik Bu"jawab Fatul paling keras
"Pertama lipat kertasmenjadi dua, lipat lagj menjadi dua sisi hingga menjadi segitiga, dengan bagian bawah terbuaka, lipat ke atas, bagian terbuka tadi sedikit dengan lurus dan sejajar di kedua sisi, lipat menjadi belah ketupat, lipat lagi jadi segitiga, lalu buka. Yab siap kapalnya. "memperlihatkan orogami kapalnya yang sangat rapi.
"Selsai bu"
Jawab naeli, anak dengan rambut kriting itu selsai pertama, batinku tidak karuan.Satu per satu semua anak hampir menyelssikan kapal mereka. Sedang aq masih berguaat dengan betuk berikutnya sehabis membentunk kertas jadi segitiga. Berjalan tampa menyerah namun tampa arah, aq mencova membentuk. *rekkkk* deh kertanya sobek.
Hampir jatuh air mata ku karena gagal mulu sampai kertasnya sobek. Ahirnya ,ternyata ada anak yang memulai dulu untuk bentanya karena dia tidak bisa. Guru ku itu awalnya sedikit menaikan temperatur emosi, tapi mulai diredam dengan kesadaran menghada malikat malaikat kecil ini.
Aq awalnya tak mau bertanya aq tetap mencoba untuk mandiri aq yakin kalau aq berusaha keras Allah akan membantuku. \*\*\*\*rekkkk\*\*\*// yap Allah membantuku Allah menunjukan jalan padaku kalo obat kebodoban itu adalah dengan bertanya. Darimana aq tahu.. dah tentu, orang kertasku robek lagi dan kali ini tingat kerobekan semakin parah. ***Kegilaan terbesar dalam hidup adalah mengharap hasil berbeda denga n melakukan*** ***hal hal sama berualang***. Dan itu adalah aku.
__ADS_1
Tak ganti aq pun mengambil kesempatan bertanya dengan merobos maju kedepan. Aq maulai ikut bertanya tapi, aq masih kalah cepat dengan anak anak yang bertubuh besar dan tetlihat menndapat perhatian duluan untuk dibenarkan hasil kerjanya.
Batiku makin tidak karuan. Yang ngak bisa pasti dapat nilai dikit. Duh bagaimana nih.
"Fatul, kamu belum selsai"Tanya Efa dengan origaminya yang sudah selsai.
"Belum"mata ku melihat sekeliling karena bingung.
"Bu tari sepertinya tidak melihatmu"
"iya "sekejab aq berfikir. "Efa, ajari aq ya "kugengam tanganya dengan mata ku yang berbinar melas.
"Aq mau, tapi aq tidak bisa"
"Lalu bagaimana, kamu menyelsaikanya"Tanyaku dengan membualatkan mataku penasaran.
"Naeli yang membuatnya Untukku"
"Eh, tudak BuTari bilang tidak papa. Kan masih belajar. "Jawabnya enteng dengan polosnya.
Ding Dongggg\*\*\*\*/ Kini batinku berperang menuruku sekali salah ya tetap salah kan. Duh bagaiman ini .Di sisa 10 menit terahir ,aq hampir meneteskan air mata.Ku berdiri terpaku ,dikejauhan Bu Guru ahirnya melihatku. Ditengah kerumunan Bu Guru memperhatiakanku, muridnya yang selalu berantakan, tidak mau dikuncir.
"Fatul, kalo tidak bisa tanya temenya"Teriak bu Tari dari kejauhan.
Pandanganku ahirnya carah.Walau aq tak menganggap itu benar, tapi karena Bu Guru bilang itu benar berkuaranglah sedikit kekhawatiranku karana itu berfti aq tidak jujur.
Aq mulai memberanikan diri menghampiri meja naeli
__ADS_1
"Maukah kau mengajariku"
"Tentu"Jawabnya dengan hangat padaku.
Syukur lah.
Dia mengulang penjelasan bu Tari ulang. Tapi aq tetap tidak faham. Memang karaktetistik
otak. Ahirnya aq minta dia membantuku mempraktekannya.Langkah demi langkah kami mulai membentuk kapalnya
Yap"Aq selsai"
"Aq juga"
Wah, mereka semua sudah selsai. Tinggal aq dan trio pengrusak yang belum. Deh dedel amat kami. Aq makin resah.
"Neli praktekin kamu aja, aq yang memperhatikan"Pintaku
"Baik"
skip**////
"Habis itu gimana nel, "
"Habis,ini gini"
"Oh terus, giman. "
"tetus gini"
Tuntutku tetus dengan pertanyaan, sampai kapalnya selsai.
__ADS_1
"Selsai"tetiakku keras
Mengagetkan seisi kelas