Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 197


__ADS_3

Nathan bergegas membereskan alat tulis nya begitu bel tanda berakhirnya mata pelajaran terdengar begitu nyaring nya.Memberikan kebebasan dan bahkan dia bisa menghela napasnya dari lelahnya berpikir akibat terkuras habis untuk menyelesaikan soal matematika.


Bukan hanya karena itu saja,akan tetapi ada kesibukan yang lainnya di luar mata pelajaran dimana Nathan tengah latihan untuk lomba pasjar tingkat kabupaten yang akan di laksanakan bulan depan.


Nathan,tak memperhatikan Nabila yang masih duduk seperti tengah menanti seseorang,lupa pada wanitanya yang selama ini tengah dia usahakan sebuah perasaan yang tiba-tiba bergejolak dengan begitu hebatnya.


Nathan, dengan tergesa-gesa keluar dari ruangan perpustakaan hendak bersiap diri, melupakan barangnya yang tertinggal di kolong meja nya yang tertata dengan rapih nya.


Noval ikut bergegas keluar ruangan kelas bersamaan dengan Nathan yang juga sama-sama memiliki kesibukan yang super padat di luar pelajaran.Kedua sahabat ini sangat kompak kalau soal sibuk dengan kegiatan di luar mata pelajaran.


Noval dan Nathan bahkan menyempatkan diri saling bercengkrama satu sama lain sebelum di pisahkan oleh kegiatan yang berbeda-beda dimana Noval mengambil ekstrakurikuler taekwondo berbeda dengan Nathan yang mengambil ekstrakurikuler pasjarpara.


"Lupakan wanita,fokus ke masa depan". Nasehat Noval berbalut kata sindiran untuk nathan yang tengah gencar berusaha untuk melunakkan hati Nabila.


"Ada yang sudah move on nih rupanya?".Sahut Nathan,membalas sindiran Noval.


"Yah...Yah..Yah..."Noval malas menanggapi ucapan Nathan yang sepenuhnya tak benar,dia belum move on dari Nita yang ternyata cintanya untuk Nita bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Noval dan Nathan saling berdiam diri,sibuk dengan pikirannya sendiri lebih tepatnya menjaga ucapan mereka sendiri agar tak berakhir dirinya yang di sudutkan.


"Astaghfirullah".Nathan berteriak, seakan melupakan sesuatu yang berharga.


Noval menoleh kearah Nathan yang tiba-tiba beristighfar,di tengah-tengah keheningan.


"Ada apa bro?"Tanya Noval tak kalah panik.


"Baju gue ketinggalan di kelas".Jawab Nathan sembari berlalu pergi meninggalkan Noval yang menepuk jidatnya.


"Sama Nabila aja gak lupa masa sama pakaian sendiri lupa".Keluh Noval menepuk jidatnya karena kecerobohan Nathan.


Nathan,berlari sekencang mungkin memburu waktu agar tepat waktu sampai di tempat latihan,entah apa yang sebenarnya terjadi pada Nathan hingga melupakan pakaiannya sendiri untuk dia kenakan di latihan kali ini.


Dengan napasnya yang terengah-engah dan pikirannya yang terbagi-bagi,Nathan hampir sampai di ruangan kelas tapi pendengaran nya mendengar suara teriakan dari arah kelas nya.


"Cukup". Teriakan itu semakin jelas di susul oleh kata-kata yang menyudutkan seseorang.

__ADS_1


Nathan, penasaran dengan pemilik suara itu yang berteriak seakan dirinya yang terluka dan ada orang lain yang menyebabkan penderitaan atas dirinya.


Nathan,semakin berlari kencang dan mendapati Nita yang terus menyudutkan Nabila sedangkan Nabila terisak menangis dengan tuduhan itu.


Nathan,memilih bersembunyi di balik pintu dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam menunggu Nita keluar.


Lama Nathan memperhatikan sembari mendengarkan setiap tuduhan Nita kepada nabila hingga Nabila terisak menangis dan tertunduk diam.


Nita,keluar kelas setelah dia mengeluarkan unek-uneknya dan tak merasa iba pada Nabila yang terus menangis seakan tak kuat mendengar semua tuduhan Nita.


Nathan,masuk ke dalam ruangan kelas setelah Nita keluar kelas dengan membawa api kemarau bahkan Nabila pun sampai tak menyadarinya.


Ingin rasanya Nathan memeluk tubuh mungil itu dan mendekapnya dalam sebuah pelukan hangat yang menenangkan.


Nathan,mengambil tissue yang tergeletak sembarang diatas meja murid lain dan menyerahkannya pada Nabila tapi Nabila tak melihatnya dan mengambil nya.


Nathan, memutuskan untuk duduk di samping Nabila dan menatap Nabila dengan lembut hingga tiba-tiba Nabila menyadarkan kepalanya di bahunya.

__ADS_1


Deg


Adegan inilah yang di tunggu-tunggu oleh Nathan,momen inilah yang di harapkan oleh nathan sedari dulu bahkan sempat di impikan oleh nya.


__ADS_2