
Nathan,Noval dan anggota geng nya,Nabila beserta dengan murid kelas menatap seseorang yang bertepuk tangan menyusul Nathan yang bertepuk tangan di depan wajah Nabila dengan sengaja seakan menyindir dirinya.
Nathan tak bisa mempercayai orang yang telah bertepuk tangan mengikuti dirinya yang memberikan apresiasi atas keberanian Nabila yang berani menentang dirinya dengan sikap lantangnya.
"Hebat.. Luar biasa".Pria itu memuji Nathan yang berani membully teman sekelasnya di lingkungan sekolah sembari terus melangkah masuk,tapi Nathan tidak bergeming dengan kehadiran pria yang telah berani menentang dirinya bahkan dengan beraninya melipat tangannya di depan dadanya.
"Kau berani membully teman kelas mu sendiri_".
"Tidak, hanya pada Nabila iya".Sahut Nathan seakan menimpali ucapan Mario yang sepenuhnya belum selesai berbicara.
"Sudah..Sudah..Hanya gara-gara gadis miskin aja sampai ribut".Suara perempuan menginterupsi Nathan dan Mario untuk bertindak di luar batas.
Nathan and the geng kembali ke mejanya masing-masing,Nabila kembali duduk di kursinya dan juga Mario yang masih tetap berdiam diri,menunggu wanita itu duduk di mejanya sendiri.
__ADS_1
Wanita yang tadi sudah menghalangi jalannya dan juga telah mencegah dia untuk menindak kelakuan Nathan yang di luar batas nya.
Wanita itu berjalan dengan anggunnya bak model yang berhak diatas catwalk, berlengak-lengok memamerkan bentuk tubuhnya, berharap bisa memikat lawan bicaranya.
"Urusan kita belum selesai".Bisik wanita itu saat dia dekat dengan tubuh Mario yang berdiri mengamatinya dengan sorot mata tajam.
Mario, terlihat memutar bola matanya jengah.Tak mempan lagi segala ancaman dan juga tuduhannya yang mungkin bisa menghancurkan masa depannya.
Mario,duduk di kursinya tanpa basa-basi dia langsung mengeluarkan kertas ulangan yang sudah dia siapkan sebelumnya.
"Ulangan kali ini di bagi menjadi dua fase".Kata Mario,memulai pembelajaran nya tanpa banyak drama,apalagi harus bertegur sapa."Nama absen nya dari urutan pertama sampai dengan 18 tetap di dalam kelas sisanya keluar kelas".Jelas Mario dengan suara lantang dan keras.
Semua murid tak perlu di suruh dua kali, mereka sudah paham dengan metode pembelajaran pak Mario bila sedang mengadakan ulangan harian.
__ADS_1
Setiap meja hanya di isi oleh satu orang siswa, dengan jumlah siswa 18 orang hampir seluruh meja terisi dengan masing-masing satu meja,satu orang.
Nathan,Noval,Nabila dan juga Nita mendapatkan sesi yang kedua untuk mengerjakan soal ulangan harian yang lazimnya di laksanakan setiap habis 1 bab pelajaran yang ada di buku LKS.
Nathan dan Noval, beriringan keluar kelas,Nabila dengan membawa buku LKS nya dan Nita melenggang dengan santainya.
Sekitar 30 menit waktu yang di sediakan untuk menjawab soal dengan 10 pertanyaan yang sudah di siapkan oleh pak Mario dalam kertas lembar jawaban.
Wajah-wajah tegang nampak jelas di wajah mereka yang sedang mengerjakan soal ulangan,ada pula yang hanya berpura-pura berpikir padahal dia tak tahu-menahu jawaban nya.
Di luar kelas,Nabila nampak asyik membaca buku dengan duduk saling bersisian bersama dengan teman kelas perempuan lainnya.Saling bertukar informasi dan pengetahuan,menguji kepintaran mereka bahkan sesekali melemparkan candaan diantara mereka.
Nathan,tak berhenti menatap Nabila yang tersenyum kala bercengkrama dengan teman-teman nya.Ada getaran hati yang bertalu ketika melihat apalagi berdekatan dengannya.
__ADS_1