Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 164


__ADS_3

Harapan hanya tinggal harapan,dan do'a dalam hatinya belum terkabulkan dimana Nathan selalu mengusik ketenangan nya Lihatlah dia,yang selalu memepet Nabila di jam istirahat sekolah seakan ingin tau betul tentang uang yang di gunakan oleh Nabila untuk membeli laptop.


Rasa penasaran begitu menyeruak dalam diri Nathan terhadap pencapaian Nabila yang sekali lagi mengguncang dirinya,yang teledor dalam mengawasi kehidupan nabila.


"Gue tanya sekali lagi,loe dapet uang darimana?".Tanya Nathan,terus mencari jawaban diatas kebingungan nya.


Nabila yang hendak bersiap pergi ke perpustakaan, mendadak menghentikan terhenti kala tubuh Nathan menghalangi jalannya dengan duduk di sebelah Nabila.


"Sudah aku katakan berulang kali,itu bukan urusan loe dan loe gak usah kepo dengan kehidupan orang lain".Jawab Nabila,sudah jengah dirinya terus berhadapan dengan Nathan yang terus mengusik nya.


Lepas dari Mario dan Nita,datang Nathan yang terus memepet dirinya dan mengusik ketenangan nya seakan tak memberikan ruang gerak pada dirinya.


"Dan disini gue tegaskan,gue akan tetap bertanya sampai loe memberikan jawaban yang pasti".Ancam Nathan, menginterupsi Nabila yang mencoba untuk meloloskan diri.

__ADS_1


Mau tak mau,Nabila harus duduk dengan tenang dan mengahadapi Nathan yang tak pernah bisa. mengusik hidup nya.


Nabila,duduk dengan manisnya di samping Nathan sembari menatap Nathan yang juga menatapnya.


Deg


Pertemuan antar kedua mata dari sepasang manusia ini tak bisa di hindari oleh keduanya,lebih tepatnya dengan sengaja karena Nabila ingin mengikuti permainan yang di ciptakan langsung oleh Nathan.


'Sial'Umpat Nathan dalam hati.


Rasa penasaran bercampur rasa benci seakan telah sirna tergantikan oleh perasaan yang Nathan sendiri saja tak bisa menafsirkan nya.


Nathan, memalingkan pandangannya ke sembarang arah.Tak kuat rasanya terus beradu tatap dengan wanita yang candu bagi nya untuk terus di ganggu barang sejenak pun.

__ADS_1


"Kenapa?,kenapa dengan mata mu?, apa mata mu kelilipan atau kau tak kuat lagi menatap ku?".Tanya Nabila,menantang Nathan yang sudah mulai menyerah.


Tentu,Nathan tak bisa menerima ucapan Nabila yang seakan mengatakan dirinya kalah tarung dengan Nabila yang sejatinya dia selalu kalah bila berhadapan langsung dengan Nabila.


"Sembarangan loe ngomong ".Hardik Nathan sembari menatap kembali Nabila yang masih tetap menatapnya,menantang dirinya yang sudah mulai goyah tergantikan oleh perasaan yang entah apa di sebut nya.


Nabila,tersenyum kecut.Dia sudah mengetahui kelemahan Nathan dan tak berniat lagi untuk meladeni Nathan yang selalu mengusiknya.


Nabila,bangkit berdiri hendak melenggang pergi meninggalkan Nathan yang seakan terpana hanya dengan tatapan mautnya saja.


"Mau kemana?".Tanya Nathan, menginterupsi langkah kaki Nabila tapi Nabila tak memperdulikan ucapan Nathan.


Dengan langkah lebar,Nabila melenggang pergi meninggalkan Nathan yang mendesah kecewa dengan usahanya yang ingin menahan Nabila agar tetap berada di kelas dan terus mendekati nya dengan berbagai macam cara dengan tujuan tak pasti.

__ADS_1


"Siak,si kismin Nabila tak mempan hanya terus di dekati,tak mempan pula terus di usik".


"Pakai cara kreatif dong".Ucap seseorang yang berusaha menahan tawanya karena tingkah laku Nathan yang tak berhasil mengunci lawannya.


__ADS_2