Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 221


__ADS_3

"Yah". Dengan terpaksa Nabila menghentikan langkah kakinya yang di hentikan oleh seseorang yang berteriak memanggil namanya seakan ingin memamerkan prestasi dan pencapaian nya.


"Kau lihat sendiri,betapa hebatnya aku.Bukan?".Tanya pria itu dengan sombongnya sembari mensejajarkan diri dengan tubuh nabila.


"Hah".Nabila mendelik sebal,sudah dia duga Nathan akan semakin sombong dengan prestasi yang baru di raih nya."Sudah ku duga".Ucap Nabila,malas.


Nathan,tersenyum bangga dan menunjukkan medali yang ada di dadanya."Kapan kau bisa memegang dan mendapatkan medali seperti ku?".Nathan,semakin menunjukkan kesombongan nya di hadapan Nabila yang bahkan sudah merasa muak dengan sikap Nathan.


Kebahagiaan yang di rasakan nya, tiba-tiba meredup seiring dengan sikap angkuh Nathan yang semakin di tunjukkan.


Nabila,memilih pergi dan tak menanggapi ocehan Nathan yang menunjukkan medali yang di dapatkan nya.Tapi,lagi Nathan tak membiarkan Nabila pergi begitu saja padahal dia belum sepenuhnya menyombongkan diri.

__ADS_1


"Mau kemana?".Nathan menginterupsi langkah kaki Nabila yang sayangnya Nabila memilih tetap pergi tanpa memperdulikan ancaman nathan yang semakin kesini,semakin menjadi.


"Nabila".Teriak Nathan sembari menyusul langkah kaki Nabila yang semakin di percepat dan tak terkejar.


Nathan,tak mau putus asa dengan usahanya yang ingin terus memperolok Nabila dengan prestasi yang baru di dapatkan nya sedang Nabila hanya berprestasi di bidang pendidikan dan sampai sekarang belum mendapatkan prestasi di luar akademik.


Nabila,semakin mempercepat langkah kakinya dan berhasil masuk ke kelas dengan tentunya Nathan terus berada di belakangnya terus mengejar Nabila yang bahkan acuh tak acuh dengan sikap Nathan.


Nathan, melayangkan tatapan tajam kearah Noval yang duduk santai di kursinya sembari bertopang dagu menyaksikan aksi kejar-kejaran antara Nabila dan juga Nathan.


"Gue masih belum mau menyerah".Sahut Nathan sembari duduk di sebelah Noval,tak lupa memukul kepala Noval dengan buku.

__ADS_1


Noval,mendelik sebal sama sebalnya seperti Nabila yang mulai tak peduli dengan prestasi Nathan padahal Nabila tadi ikut bertepuk tangan dan tersenyum bangga.


Aksi Nathan harus terhenti seiring dengan guru mata pelajaran pertama masuk dan masih ikut dalam suasana bahagia atas keberhasilan Nathan dan teman-teman nya dalam sebuah perlombaan tingkat kabupaten yang nanti nya akan masuk ke tingkat provinsi dan bersaing dengan sekolah di tingkat provinsi.


Nathan, seperti punya jalan untuk terus memprovokasi Nabila dengan terus menunjukkan medali yang dia peroleh dengan terus menatap Nabila dengan angkuhnya padahal Nabila sendiri terlihat sibuk dengan lembar jawaban yang ada di hadapannya.Tak tertarik melihat dan menyaksikan wajah angkuh Nathan yang semakin kesini malah semakin menjadi.


Nabila, hanya melirik sebentar hanya sebatas menghargai bukan berat mengakui prestasi Nathan dan segala sesuatunya kap sombong dan angkuhnya terhadap dirinya yang semakin di sengaja.


"Sombong sekali dia".Gumam Nabila,muak dengan sikap Nathan.


'Plis lihat aku,nabila'.Ucap batin Nathan, mengharapkan Nabila melihat dan menyaksikan aksi nya yang ingin terus memperolok Nabila dengan Segala prestasi non-akademik nya,dan mengklaim dirinya lebih baik dari prestasi Nabila yang hanya berprestasi di bidang akademik saja.

__ADS_1


__ADS_2